MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Waspada Bahaya Aplikasi Online Dating!

 

waspada aplikasi online dating

Nyari teman lewat aplikasi online dating memang seru,  tapi kita juga harus waspada sama berbagai resikonya!

 

Nggak bisa dipungkirin kalau teknologi bikin kita lebih gampang buat melakukan sesuatu. Pesen makan atau transportasi bisa pakai ojek online, berkabar lewat telepon dan video call udah nggak perlu bayar mahal sejak ada aplikasi chat. Begitu juga saat mencari pertemanan baru, selain media sosial kita juga disodorkan sama kemudahan aplikasi jenis online dating atau kencan daring.

Sayangnya, tren penggunaan online dating ini juga penuh risiko yang mengintai para penggunanya, terutama buat kita para remaja. Sedari awal, aplikasi ini ditujukan buat mereka yang mencari pasangan tanpa harus bertemu langsung atau tatap muka. Buat membangun keakraban, biasanya pengguna online dating bakal menuliskan data tentang mereka, apa ketertarikan yang mereka sukai kayak hobi atau kriteria, sehingga pemilihan lawan bicara bisa sespesifik mungkin.

Aplikasi ini jadi nggak serta merta dipakai buat pertemanan atau nyari pasangan aja, karena ada banyak hal negatif ‘tak kasat mata’ yang bisa aja mengintai kita sebagai penggunanya.

 

KEMUNGKINAN PEMALSUAN IDENTITAS

waspada aplikasi online dating

Sebelum kita berinteraksi sama orang-orang yang ikut main di aplikasi online dating juga, kita diwajibkan mengisi beberapa data seperti nama, usia, ketertarikan, hobi, hingga foto profil. Sistem verifikasi pun nggak terlalu rumit, dan dengan gampang data kita udah tercantum di aplikasi tersebut. Dengan langkah yang mudah ini, memungkinkan seseorang untuk memalsukan identitas mereka dan menggunakannya untuk hal-hal negatif seperti menipu atau menjebak lawan bicaranya. Karena nggak bertatapan langsung, kita jadi nggak tau sosok sebenarnya di balik akun yang lagi digunakan buat kenalan atau ngobrol sama kita. Udah banyak banget kasus pengguna aplikasi online dating yang tertipu sama profil palsu yang dibuat sama pelaku, mulai dari yang ringan kayak ngerasa foto di profil dan tampilan aslinya berbeda, sampai adanya indikasi penipuan dengan menggunakan foto dan identitas orang lain untuk bertindak kriminal.

Salah satu contoh kasus yang terjadi Juni lalu adalah kasus Melati (nama disamarkan), yang menjadi korban kekerasan digital setelah cowok yang ditemuinya melalui aplikasi online dating memalsukan identitasnya. Begitu tahu, Melati langsung mutusin hubungannya tapi dia malah diteror dan terpaksa melaporkannya ke pihak berwajib. 

 

 

RENTAN AKSI KRIMINAL

waspada aplikasi online dating

Bulan September lalu, beredar lagi pemberitaan soal kejahatan yang berbasis aplikasi online dating yang sampai merenggut nyawa korbannya. Baik pelaku dan korban, keduanya ketemu lewat aplikasi online dating dan akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Tapi ternyata, hubungan mereka hanyalah kedok untuk pelaku melakukan tindakan kriminal, karena dirinya adalah perempuan yang sudah memiliki suami dan berusaha mengambil harta yang dimiliki si korban.

Tentunya kejahatan dan statusnya ini nggak langsung diketahui karena kita sebagai pengguna nggak bisa langsung mendeteksi kalau orang yang lagi ngobrol sama kita punya niatan jahat atau nggak. Karena kita hanya disuguhkan sama identitas singkat, apalagi kalau kita nggak ngelakuin riset yang lebih dalam tentang orang yang ngobrol sama kita. Bisa-bisa, bahaya ternyata lagi mengintai kita yang lagi lengah dan tertarik sama lawan bicara kita.

 

 

TERJEBAK DI KEKERASAN DAN PELECEHAN SEKSUAL

waspada aplikasi online dating

Nggak sedikit pengguna aplikasi online dating yang mengincar sosok untuk dijadikan pelampiasan secara seksual. Dengan bertebarannya predator seksual di luar sana, aplikasi online dating jadi sarana yang cukup cepat dan popular buat mendapatkan korban. Bermodalkan ngobrol seru, ucapan manis, dan kedekatan emosional, nggak jarang pelaku memanfaatkan momen untuk melakukan pendekatan ke arah seksual, yang nggak jarang bikin kita jadi risih. Mulai dari minta ketemuan di tempat sepi, berdua aja, minta kirimin foto atau video yang memperlihatkan bagian tubuh yang dimanfaatkan pelaku buat kepentingan lain. Salah satu Happy Females pernah cerita ketika mencoba online dating, dia mendapatkan chat yang kurang senonoh dan itu bikin dia jadi trauma hingga sekarang.

Hal yang seperti ini bisa berujung pada Tindakan kekerasan dan pelecehan seksual seperti pemerkosaan hingga kena kasus cyber-sex dan bikin korbannya nggak berdaya. Tapi seringkali, pengguna yang nggak hati-hati sering terjebak oleh rayuan pelaku yang terlihat tulus dan meyakinkan. Wah, harus hati-hati banget nih!

 

 

GAMPANG NGE-JUDGE

waspada aplikasi online dating

Selain soal kejahatan, hal negatif yang diakibatkan aplikasi online dating bisa menyerang kita secara personal lho, salah satunya adalah berkurangnya kemampuan buat penggunanya berinteraksi secara langsung, karena ngerasa lebih nyaman melakukan semuanya via online dan mudahnya menghakimi orang berdasarkan penampilan luarnya aja. Kita jadi lebih gampang ngasih penilaian ke orang lain dari apa yang cuma terlihat dari layar dan profil yang ditulis singkat. Fase judging kita dimulai saat ngeliat dari profil yang dia punya dan jadi indikator kita bakal lanjut buat swipe right atau swipe left. Without even know them deeply, we tend to say no because of many shallow things. Udah skeptis duluan kalau mereka nggak akan cocok sama ekspektasi kita. Padahal suatu hubungan itu dibangun bukan berdasarkan tampilan luar semata.

 

 

MENGANGGAP HUBUNGAN CUMA EASY COME EASY GO

waspada-aplikasi-online-dating

Kemudahan ketemu orang baru di aplikasi online dating juga bikin kita menggampangkan hubungan yang udah terjadi. Kita mungkin ngerasa terbantu dengan less awkward conversation yang dilakukan cuma di balik smartphone masing-masing tanpa harus bertatap muka. Tapi, proses ini juga rentan bikin seseorang jadi kena ‘ghosting’ atau ditinggal tanpa alasan saat hubungannya nggak berjalan sesuai sama ekspektasi. Instead of telling people about how we feel, we choose to not text them and cut the conversation, or even block them. Di waktu yang bersamaan, kita bisa langsung cari orang lain sebagai penggantinya.

 

 

BIAR AMAN DAN NYAMAN, HARUS BAGAIMANA?

waspada-aplikasi-online-dating

Aplikasi online dating nggak selamanya jadi tempat orang-orang untuk berbuat jahat, karena banyak juga kok orang-orang yang akhinya menemukan pasangan atau teman yang cocok lewat jalur ini. Artikel ini bukan juga bikin kita jadi tambah insecure untuk ketemu orang baru. Hanya aja, kita nggak bisa terus-terusan nutup mata kalau ada bahaya yang bisa aja mengincar dan menghampiri kita. Supaya tetap aman baik fisik dan mental, ada berbagai cara yang bisa kita lakukan saat cari pertemanan di aplikasi online dating.


Foto: Shutterstock

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates