MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Alasan Pentingnya Punya Batasan Dalam Hidup

Pernah gak sih kamu merasa dimanfaatkan, ngerasa gak dihargain padahal kamu udah memberikan waktu dan energi untuk melakukan apa yang diminta, atau ada orang lain yang terlalu terlibat dalam hidupmu. Sehingga kamu ngerasa nggak punya power untuk fight back ketika ada di dalam situasi tersebut.

Hal ini terjadi karena, secara nggak sadar kita “mengizinkan” mereka untuk memperlakukan kita seperti itu, karena kita nggak punya personal boundaries atau batasan-batasan dalam hidup.

 

 

BATASAN ATAU PERSONAL BOUNDARIES ITU APA SIH?

Menurut Parkview Student Assistance Program (IPFW), boundaries adalah batas atau ruang antara diri kita dengan orang lain. Limit untuk menandakan hal mana yang bisa kita terima atau tolerir dan mana yang nggak.

Batasan ini nggak cuma berlaku untuk diri kita sendiri tapi juga untuk orang lain.

 

Di buku “BOUNDARIES” karya Dr. Henry Cloud & Dr. John Townsend, mereka menggambarkan boundaries itu seperti rumah yang terdiri dari pagar, pintu depan, dan ruangan atau kamar. Ada orang yang hanya bisa sampai di luar pagar, ada yang boleh masuk sampai ruang tamu. Dan ada yang boleh masuk sampai ke kamar.

 

BENTUK BATASAN ATAU PERSONAL BOUNDARIES

Dilansir dari Yayasan Pulih, ada 6 bentuk personal boundaries yang punya skala prioritas yang berbeda-beda, yaitu:

Material boundaries nentuin apa yang bisa kita perbolehkan untuk diberi atau dipinjamkan ke orang lain dalam bentuk materi. Misalnya uang.

Physical boundaries berkaitan dengan ruang pribadi, privasi, dan tubuh kita. Contoh siapa yang kita ijinkan untuk bersalaman atau berpelukan, termasuk ketika meminta atau mengirimkan foto private atau video.

Mental boundaries berlaku untuk pikiran, nilai yang kita anut, dan pendapat pribadi kita. Kamu bisa menilai batasan diri dengan salah satunya menjawab pertanyaan ini: “bisakah kamu menerima pendapat/kritik orang lain secara terbuka?” Tanpa kamu menjadi emosional, argumentatif, dan defensif.

Emotional boundaries ngebedain pemisahan emosi dan tanggung jawab kita dari orang lain. Batasan yang sehat mecegah kita buat ngasih nasihat, menyalahkan orang lain atau menerima untuk disalahkan. Emotional boundaries juga menjaga kita dari perasaan bersalah (gak enakan) atas perasaan negatif atau masalah orang lain, sekaligus menjaga kita dari pendapat pribadi orang lain. Batasan emosi yang sehat butuh batasan internal yang jelas, tahu apa perasaan dan tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan orang lain.

Sexual boundaries menjaga tingkat kenyamanan kita sama aktivitas seksual.

Spiritual boundaries berhubungan dengan kepercayaan kita sama Tuhan atau dengan sesuatu yang punya kekuatan lebih tinggi.

 

ALASAN KENAPA PENTING PUNYA BATASAN DALAM HIDUP

Batasan ada untuk menjaga dan melindungi diri kita sendiri. Membuat batasan membantu kita untuk lebih bisa membedakan posisi kita dan posisi orang lain, antara keinginan kita dan keinginan orang lain. Karena tiap manusia itu punya hal yang nggak bisa dan nggak boleh diganggu oleh orang lain (personal space). Dan ini berlaku untuk siapapun. Termasuk ke keluarga, teman, bahkan orang yang kita sayang.

Batasan adalah bentuk self love. Cara kita melindungi personal space tersebut sehingga kita sebagai manusia punya hak sepenuhnya atas diri kita sendiri.

Melindungi diri dari orang yang ingin memanfaatkan dan mengontrol kita. Mencegah kita jadi people pleaser, karena gak seharusnya kebahagiaan orang lain itu jadi tanggung jawab kita.

Punya batasan bisa bantu kita ngebentuk hubungan yang sehat dengan orang lain. Karena hubungan harus didasari mutual respect, menghormati satu sama lain. Bukan karena apa yang kita lakukan untuk orang lain, atau sebaliknya. Contoh di sekolah kamu berteman dengan si A karena dia gampang dimintain tolong ini-itu. Atau kamu selalu bilang ‘iya’ biar dianggap baik sama sekitar. Di sini kita bisa melihat, kalau kamu atau mereka suka bukan karena personalitynya tapi karena bisa dimanfaatkan.

Batasan ngebuat kita lebih mandiri dan fokus sama diri sendiri. Karena kita nggak akan hidup berdasarkan opini dan perasan orang lain.

 

 


Foto: Shutterstock

Prev
Next

Bagikan artikel ke :