MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Body
MY BODY

5 Hormon Yang Mempengaruhi Reproduksi Perempuan

5 hormon reproduksi perempuan

 

Perempuan ternyata punya 5 hormon khusus yang mempengaruhi organ reproduksi kita, apa aja? Cari tahu di sini yuk!

 

APA SIH HORMON REPRODUKSI ITU?

Sebelum bahas mendalam soal hormon reproduksi, kita harus tau dulu apa arti dan fungsi dari hormon yang ada di tubuh kita. Secara umum, hormon adalah zat kimia yang dihasilkan tubuh secara alami, dan diproduksi oleh kelenjar endokrin. Begitu dikeluarin, hormon akan dialirkan oleh darah ke berbagai jaringan sel yang punya efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain di dalam tubuh. Masing-masing hormon punya tugas dan efek yang berbeda-beda buat tubuh, mulai dari fisik, psikologis, dan juga reproduksi. Perubahan fisik yang dipengaruhi hormon terletak pada perubahan bentuk tubuh seperti tumbuhnya payudara pada perempuan, tumbuh rambut di area tubuh tertentu, dan juga bentuk tubuh yang berbeda antara laki-laki dan perempuan (lekuk tubuh, otot, dan sebagainya).

 

Sedangkan perubahan psikologis yang disebabkan hormon adalah perilaku feminin dan maskulin, sensivitas, dan juga perubahan mood. Dan terakhir, efek hormon juga berpengaruh sama sistem reproduksi, yaitu pematangan organ reproduksi dan juga produksi organ seksual, baik itu perempuan ataupun laki-laki. Kali ini kita bakal bahas lebih dalam soal hormon reproduksi apa aja yang berpengaruh di tubuh kita sebagai perempuan.

 

Hormon reproduksi atau hormon seks dikeluarkan oleh kelenjar seks (gonat) dan kelenjar adrenalin langsung ke dalam aliran darah, dan beberapa di antaranya bertanggungjawab dalam perkembangan organ seks yang normal. Hormon ini juga yang bikin kita mengalami pubertas dan juga berperan dalam mengatur perilaku seksual.

 

APA AJA HORMON REPRODUKSI PEREMPUAN?

Dari sekian banyak hormon yang ada di tubuh perempuan, yang paling megang peranan penting adalah 3 hormon berikut; hormon estrogen, progesteron, dan androgen (testosterone). Di dalam tubuh perempuan, jumlah estrogen dan progesteron lebih dominan dibanding jumlah androgen, yang umumnya lebih banyak di tubuh laki-laki.  Selain itu, ada lagi beberapa hormon lainnya yang berpengaruh pada system reproduksi perempuan, yuk kita bahas satu persatu!

5 hormon reproduksi perempuan

ESTROGEN

Ngerasa perubahan bentuk pada tubuhmu saat puber? Hormon ini penyebabnya! Estrogen dihasilkan oleh kelenjar adrenal dan juga plasenta yang berada pada ovarium atau indung telur. Hormon ini berguna buat pembentukan dan perkembangan seksual pada perempuan, misalnya pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan, pembesaran tuba falopi, uterus, dan vagina. Selain itu, Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, dan ngejaga kualitas dan kuantitas cairan serviks dan vagina saat perempuan lagi dalam proses program kehamilan, sehingga mempermudah penetrasi dan penyaluran sperma ke ovarium.  

 

Hormon estrogen juga jadi hormon penting yang memastikan siklus menstruasi kita lancar. Selain itu, hormon ini bertanggung jawab mengatur mood kita. Jadi, udah tau kan kenapa mood kita berubah-ubah, terutama saat menstruasi (haid)?

 

PROGESTERON

Hormon progesteron berpengaruh sama siklus menstruasi dan ovulasi. Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum dan plasenta, dan bertanggung jawab atas perubahan ketebalan endometrium atau lapisan dalam rahim. Saat perempuan lagi memasuki masa subur, hormon progesteron bakal mempersiapkan lapisan endometrium tadi yang dirancang untuk menerima sel telur yang telah dibuahi oleh sperma. Tapi kalau nggak ada pembuahan, kadar hormon progesteron dalam tubuh bakal turun, meluruhkan jaringan yang ada di dinding endometrium tadi dan keluar bersama darah menstruasi. Di saat inilah kita butuh Softex Comfort Slim, pembalut tepat untuk remaja dengan 3000 lubang pada permukaannya, yang bisa menyerap cepat dan mencegah lembap selama menstruasi (haid). Jadi kita bisa bebas beraktivitas tanpa khawatir nggak nyaman ataupun tembus!

 

Sedangkan kalau terjadi kehamilan, hormon ini bakal tetap tinggi, buat mencegah tubuh ngehasilin sel telur baru,  juga mempersiapkan tubuh buat memproduksi ASI untuk bayi yang lagi dikandung.

 

FOLIKEL STIMULATING HORMONE (FSH)

Hormon perangsang folikel (FSH) adalah hormon yang punya peran penting buat perkembangan seksual seseorang. Hormon yang diproduksi di kelenjar pituitary ini mulai ditemuin di perempuan saat berusia 11 tahun dan jumlahnya bakal terus meningkat sampai dewasa. Efeknya nggak cuma berpengaruh sama perubahan fisiks aat memasuk masa pubertas aja, tapi hormon ini juga berperan dalam proses pembentukan sel telur di ovarium dan mengendalikan siklus menstruasi.

 

Pembentukan FSH ini bakal berkurang saat seseorang dalam keadaan hamil, tapi bisa juga kadar FSH yang rendah menandakan kalau seseorang nggak mengalami ovulasi, atau punya gangguan di kelenjar hipofisis.

 

LUTEIN (LH)

Bekerjasama dengan FSH, hormon lutein pada perempuan bertugas ngebantu tubuh mengatur siklus menstruasi dan juga ovulasi. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak, yang memicu pelepasan sel telur yang matang. Makanya hormon ini berperan banget dalam masa pubertas kita.

 

Kadar hormon ini bakal meningkat di sekitar 14 hari sebelum akhir siklus menstruasi (haid) kita. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel dan keluarnya ovum, yang kemudian dipertahankan oleh hormon lutein pada waktu tertentu. Tapi kalau kadar lutein terlalu tinggi, justru malah bisa mengakibatkan masalah reproduksi.

 

TESTOSTERON

Terakhir, hormon yang berpengaruh sama reproduksi perempuan adalah testosteron atau andogen. Ternyata, hormon ini nggak cuma ada di laki-laki aja lho! Di dalam tubuh kita, hormon ini diproduksi di ovarium dan kelenjar adrenal, dan berfungsi menjaga kesuburan dan kesehatan vagina serta payudara kita, merangsang pembentukan otot, tulang, organ seksual, kesehatan tulang, dan juga sel darah merah.

 

Buat perempuan, hormon ini makin meningkat saat kita masuk ke masa pubertas, dan bakal makin menurun saat seseorang udah memasuki usia 30 tahunan.

 

BAHAYA NGGAK SIH KALAU HORMON NGGAK SEIMBANG?

5 hormon reproduksi perempuan

 

Setiap hormon yang ada di tubuh kita punya fungsi yang spesifik pada masing-masing keperluannya terhadap tubuh kita. Pada tubuh dan psikis yang sehat, keseimbangan hormon bukan hal yang susah buat didapat. Tapi sebaliknya, saat kita nggak berusaha menjaga kesehatan fisik dan mental kita, secara nggak sadar bisa bikin hormon di tubuh jadi nggak seimbang dan berantakan. Walaupun kelihatannya sepele, tapi hormon yang nggak seimbang pada perempuan bisa menyebabkan banyak masalah, misalnya siklus menstruasi (haid) yang nggak teratur, jerawatan, nyeri haid yang berlebihan, keputihan terus menerus, obesitas, rambut rontok, gangguan kesuburan, bahkan sampai bisa munculin kista hingga kanker di area rahim.

 

Buat menjaga supaya hormon dalam tubuh kita tetap seimbang, jangan lupa buat  selalu ngejalanin gaya hidup sehat, misalnya mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, rutin olahraga, nggak diet sembarangan, ngebatasin makan dan minum manis serta yang tinggi karbohidrat, ngurangin stress, dan juga pola istirahat yang cukup. Tapi, kalau kita udah ngerasa ketidak seimbangan hormon di tubuh makin mengganggu, nggak usah ragu buat cek ke dokter buat ngedapetin penanganan yang tepat.

 


Foto: Shutterstock, Hormon.org

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates