MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Body
MY BODY

Waspada 6 Kanker Ginekologi yang Rentan Menyerang Perempuan!

kanker ginekologi

Did you know kalo September adalah bulannya untuk menyebarkan kesadaran tentang kanker ginekologi? Kanker ginekologi adalah kelompok jenis kanker yang berkembang di organ reproduksi perempuan. Dikutip dari Medical Daily ada 6 jenis kanker ginekologi yaitu vulva, vagina, leher rahim, rahim, ovarium, dan tuba fallopi.

Mengingat sampai sekarang, menurut data Globocon, kanker masih nempatin peringkat atas sebagai penyakit tak menular mematikan di dunia, dengan 1 dari 11 perempuan meninggal karena kanker serta Indonesia berada di urutan ke-8 se-Asia Tenggara. Nggak ada salahnya buat mempelajari lebih awal tentang kanker ginekologi yang sangat rentan menyerang perempuan ini.

 

KANKER SERVIKS

Kanker Ginekologi

Kanker serviks adalah kanker yang muncul dan tumbuh pada sel-sel di leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung sama vagina. Fungsi serviks sendiri adalah memproduksi lendir untuk mempermudah masuknya sperma ke rahim, dan menutup saat terjadi kehamilan untuk menjaga posisi janin. Makanya kanker yang menyerang serviks ini sering banget dikaitkan dengan penyakit dari Human Papilloma Virus (HPV) yang menginfeksi rahim dan salah satunya terjadi karena aktivitas seksual yang nggak bersih dan aman.

Beruntung saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah kanker serviks, namun bukan berarti kita bisa lengah.

 

Jenis dan Gejala Kanker Serviks:

Ada dua jenis kanker serviks yang sering terjadi pada perempuan, yaitu Karsinoma Sel Skuamosa (KSS), yang merupakan jenis kanker serviks yang bermula dari sel skuamosa atau sel yang melapisi bagian luar leher rahim. Dan Adenokarsinoma, yaitu jenis kanker serviks yang bermula pada sel kelenjar pada saluran leher rahim. Sejauh ini, kasus KSS lah yang paling sering diderita oleh perempuan, dan pada kasus tertentu dua jenis kanker ini bisa muncul bersamaan.

Kanker serviks termasuk jenis kanker yang berbahaya kalau nggak ditangani dan dicek dari awal. Soalnya, kanker serviks nggak nunjukkin gejala pada tahap awal, dan justru baru muncul saat kanker udah mulai menyebar.

kanker ginekologi

Saat tahap penyebarannya udah mulai meluas, ada beberapa gejala yang terlihat dari tubuh kita seperti;

Kalau udah makin meluas ke organ lain, gejala kanker serviks bisa lebih parah karena bisa menyebabkan gejala di atas, disertai diare, mual dan muntah, kehilangan selera makan, adanya penurunan berat badan, mudah lelah, nyeri saat buang air kecil, dan banyak lagi.

Kanker serviks adalah salah satu yang paling berbahaya karena gejalanya nggak terlihat. Terbukti dari  data Globocon 2018, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 jiwa. Angka kematian akibat kanker serviks ini mencapai 18.279 per tahun, yaitu sekitar 50 perempuan Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi kalau dirasa ada gejala seperti ini di tubuh kita, segera periksakan diri ke dokter!

 

KANKER OVARIUM

kanker ginekologi

Kanker ovarium muncul di jaringan indung telur dan lebih sering terjadi pada perempuan  yang udah menopause dan lanjut usia, serta perempuan yang punya keluarga dengan riwayat kanker ovarium juga. Dan menurut American Cancer Society, kanker ovarium adalah peringkat kelima penyebab kematian pada perempuan.

Kanker ovarium ini terjadi karena sel-sel di ovarium tumbuh secara abnormal dan nggak terkontrol. Sayangnya, belum ada penelitian yang secara pasti menyatakan apa penyebab dari abnormalnya pertumbuhan sel ovarium dan jadi kanker. Tapi, kanker ini bisa dipicu dari kebiasaan buruk dari gaya hidup dan juga faktor genetis, seperti merokok, menjalani terapi hormon saat menopause, pernah menderita endometriosis, penderita sindrom Lynch, dan juga punya keluarga dengan riwayat kanker.

 

kanker ginekologiGejala Kanker Ovarium

Dilansir dari Alodokter, kanker ovarium jarang nimbulin gejala pada stadium awal dan biasanya baru terdeteksi kalau udah memasuki stadium lanjut atau udah menyebar ke organ lain. Gejala kanker ovarium pun juga nggak terlalu khas, bahkan gejalanya mirip penyakit lain, seperti:

 

KANKER RAHIM

kanker ginekologi

Kanker rahim yang juga dikenal sebagai kanker endometrium ini menyerang bagian rahim. Bermula ketika sel-sel sehat di rahim tumbuh nggak terkendali dan membentuk tumor atau benjolan yang bersifat ganas atau jinak.

 

kanker ginekologi

Penyebab dan Gejala Kanker Rahim

Ganasnya sel yang tumbuh berkembang menjadi kanker memang belum diketahui secara pasti, tapi kanker rahim biasanya dialami oleh perempuan yang:

Di tahap awal, kanker rahim mungkin nggak akan nunjukkin gejala yang signifikan. Tapi saat sel kanker udah mulai menyebar, gejala yang paling sering terlihat dari kanker rahim ini adalah adanya pendarahan dari vagina di luar menstruasi (haid), apalagi hal ini makin kelihatan janggal saat dialami oleh perempuan yang udah menopause. Walaupun nggak semua pendarahan di vagina merupakan tanda kalau seseorang mengalami kanker rahim, ada baiknya segera cek ke ginekologis untuk deteksi dini dan perawatan yang tepat.

 

KANKER VAGINA

kanker ginekologi

Vagina (saluran atau jalur yang menghubungkan vulva dengan organ reproduksi bagian dalam) juga rentan terserang sel kanker. Kanker vagina primer ini mulanya tumbuh di area vagina, bukan di organ lain. Kanker ini jarang terjadi dan sering nggak nimbulin gejala awal.

 

kanker ginekologi

Gejala dan Penyebab Kanker Vagina

Di tahap awal, kanker vagina nggak nunjukkin secara jelas gejalanya di tubuh penderita, namun di tahap selanjutnya biasanya muncul:

Faktor penyebab kanker vagina juga ternyata banyak dan harus kita waspadai nih! Mulai dari seringnya ganti-ganti pasangan seks, merokok, adanya infeksi HIV, dan juga berhubungan seks yang terlalu dini. Risiko lain soal berhubungan seks di usia remaja bisa dibaca di artikel SEX EDUCATION : RISIKO SEKS DI USIA REMAJA berikut ya!

 

KANKER VULVA

kanker ginekologi

Vulva adalah organ reproduksi yang sering disangka vagina, padahal area keduanya berbeda. Vulva adalah keseluruhan bagian luar dari kelamin perempuan, termasuk lubang kencing, vagina, labia mayora dan minora (bibir kemaluan), klitoris dan kelenjar bartholini yang ada pada kedua sisi vagina.

Sedangkan vagina merupakan organ di bagian dalam yang  berfungsi sebagai saluran menuju ke area rahim, penjelasan lengkapnya bisa dicek ANATOMI VAGINA .

Kanker vulva ini muncul berbentuk benjolan di daerah vulva, dan tergolong jadi 2 jenis kanker. Yang pertama adalah vulva melanoma, yaitu sel kanker yang terbentuk di sel penghasil pigmen yang terdapat pada kulit vulva. Sedangkan jenis yang kedua adalah vulva karsinoma sel skuamus (vulvar squamous cell carcinoma), yaitu sel kanker yang terbentuk pada sel tipis, punya permukaan datar yang melapisi permukaan vulva. Nah, sebagian besar kasus kanker vulva berasal dari jenis ini.

 

Gejala dan Penyebab Kanker Vulva

Walau belum diketahui penyebab dari kanker vulva, beberapa faktor ini ternyata dianggap bisa ningkatin timbulnya kanker vulva, yaitu:

Biasanya penderita nggak akan merasakan gejala awal, tapi begitu masuk ke tahap lanjut ada beberapa gejala yang musti diwaspadai, yaitu:

 

KANKER SALURAN TUBA

Yang terakhir, kanker saluran tuba (tuba falopi). Menurut laman DOCDOC, kanker tuba falopi mempengaruhi saluran tuba yang berfungsi sebagai penghubung rahim dan indung telur. Ini adalah kanker langka, hanya satu dari seratus kasus terjadi yang menimpa saluran tuba. Menurut penelitian terbaru, banyak kasus kanker ovarium dimulai ketika ujung saluran tuba terhubung ke ovarium.

Fakta kanker tuba falopi menurut The National Cancer Institute, SCRIBD, dan WEBMD yaitu:

Gejala awalnya sulit diketahui tapi gejala berikut harus segera diwaspadai:

 

SARAN PENCEGAHAN KANKER GINEKOLOGI

Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan perempuan untuk mengurangi risiko kanker ginekologi, yaitu:


Foto: Shutterstock, Sehatq

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates