MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Pendidikan Seks: Apakah kita sudah siap?

pendidikan-seks-apakah-kita-sudah-siap

Hubungan seksual, apakah kita sudah siap untuk melakukannya? Terlepas apakah kita akan melakukannya untuk pertama kali, baru putus dan memulai hubungan baru, atau apapun status hubungan kita. Memutuskan untuk melakukan hubungan seksual bisa jadi salah satu keputusan terberat dalam hidup. It’s a big step yang harus kita pikirkan dengan hati-hati.

 

Jadi, bagaimana kita tahu kalau kita udah siap untuk melakukan hubungan seks?

 

1. MEMIKIRKAN DAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKONYA

pendidikan-seks-apakah-kita-sudah-siap

Apa sih risiko melakukan hubungan seksual? Happifyourworld pernah membahas, secara fisik, apa aja risiko yang berhubungan bila kita melakukan hubungan seksual. Kita pasti udah paham banget dengan apa aja penyakit karena seks dan risiko kehamilan yang gak diinginkan. Tapi pernah gak sih kita memikirkan risiko dari sisi emosional?

Melakukan hubungan seksual bukan cuma terjadi secara fisik tapi ngebentuk perasaan terikat secara emosional. Pasti akan ada hal yang berubah di hubungan kita dengan partner ketika sudah melakukan hubungan seksual, dan bisa jadi hal tersebut bikin kita gak nyaman. Nah, apakah kita benar sudah siap menghadapi perasaan emosional tersebut? 

 

2. APAKAH KITA DITEKAN UNTUK MELAKUKANNYA?

pendidikan-seks-apakah-kita-sudah-siap

Kita mungkin punya pikiran “ah berhubungan seks itu hal biasa kok”. Oke, tapi apakah benar itu yang kita inginkan, ATAU sekitar kita yang berpikir begitu? Sehingga bikin kita tertekan dan akhirnya terpaksa ikut-ikutan padahal sebenarnya sih kita sendiri gak mau melakukan sesuatu hal yang kita sebenarnya belum siap.

Peer pressure bisa sangat menyeramkan. Udah bukan rahasia lagi, semakin ke sini tekanan pergaulan remaja seumuran kita semakin tinggi. Mulai dari pembicaraan pakai barang branded hingga “udah sampe sejauh mana hubungan lo sama pacar?” gak bisa dielakkan. Dan kadang bisa jadi kompetisi tersendiri.

Menurut Daniel*, di geng dia yang rata-rata 16-17 tahun ngebahas seks udah bukan hal aneh lagi. “Dan kalau ada yang belum atau masih perjaka, pasti dibilang cupu atau cemen. Jujur jadi nyenggol ego juga sih.” Setali tiga uang dengan Daniel, Putri* juga ngalamin hal yang kurang lebih sama. “Kalau udah ngelakuin kayak bakal dilihat cool gitu sama yang lain.” Padahal, terlepas kita perawan atau nggak, orang-orang nyatanya masih akan tetap terus menekan kita kok. Ibaratnya hal ini seperti komen julid tiada akhir orang dewasa yang nanya  “eh udah menikah belum?”

Bila menghadapi pertanyaan tentang hubungan seksual, sudah atau belum, kita harus berpikir kembali apa yang sebenarnya kita inginkan dan apakah benar kita sudah siap untuk melakukan hubungan seksual.

 

*(bukan nama sebenarnya)

 

3. APAKAH KITA TAHU KONDISI HUBUNGAN KITA SEPERTI APA & POSISI KITA DI HUBUNGAN TERSEBUT

pendidikan-seks-apakah-kita-sudah-siap

Hubungan seksual bisa mengubah drastis status dan kondisi relationship kita, mau apapun jenis hubungan kita dan si partner. Serious relationship or friends with benefit. Contohnya bila kita memutuskan untuk melakukan hubungan seksual dan kita anggap itu adalah hal serius, tapi ternyata partner kita gak berpikiran sama, hal itu bisa nyebabin tekanan emosional dan psikologis yang berat. Terlebih ketika terjadi hal di luar keinginan kita. Apakah kita udah siap dengan hal itu?

Contoh lain kalau kita melakukan hubungan seksual dengan teman (friends with benefit), coba tanyain ke diri sendiri “apakah gue udah siap kehilangan teman?”

 

4. BAGAIMANA KALAU GENETIKA KITA LAH YANG MEMUTUSKAN HAL TERSEBUT? 

pendidikan-seks-apakah-sudah-siap-melakukan-hubungan-seksual

Put aside all that emotional feelings, ternyata penelitian nemuin kalau gen bisa mempengaruhi kapan kita siap untuk melakukan hubungan seksual.

Dilansir dari CNN Health, John Perry, ahli genetika di Unit Epidemiologi MRC di University of Cambridge menemukan kalau gen punya peran yang signifikan dalam perilaku seksual kita. Tentunya selain faktor sosial, kebudayaan, teman, dan keluarga, ataupun agama.

Artinya, kehilangan keperawanan bukanlah sesuatu yang bisa kita paksain, walaupun mungkin kita pengin banget karena kita harus menunggu sampai tubuh kita siap. Dan buat sebagian orang, bisa jadi hormon seks -nya belum berkembang karena pengaruh gen.  

 

5. BELAJAR DARI PENGALAMAN RELATIONSHIP MASA LALU

pendidikan-seks-apakah-sudah-siap-melakukan-hubungan-seksual

Kadang keputusan terbaik diambil dari pengalaman di relationship sebelumnya. Apa sih yang bisa kita pelajari dari hubungan sebelum ini. Apakah kita terlalu terburu-buru ngambil keputusan, apakah ada hal yang kita sesalin, atau apakah seharusnya kita diskusi dulu dengan seseorang atau sama pacar sebelum ngambil keputusan tersebut.

Belajar dari hubungan yang lalu bisa bikin kita lebih dewasa dan berkembang sebagai individual, selain itu juga bisa ningkatin kualitas hubungan yang sedang kita jalanin sekarang.

 

Film pendek ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan sebelum kamu bilang “iya”

 

In conclusion, kita harus pikirin banget sebelum ngambil keputusan buat melakukan hubungan seksual. Jangan sampai kita malah menyesal di kemudian hari.

 


Foto: Doc. Film Sex Education Netflix

Prev
Next

Bagikan artikel ke :