MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Body
MY BODY

5 Masalah Yang Sering Muncul Di Area Vagina

Ada beberapa masalah di area kewanitaan yang sering muncul dan meresahkan para cewek. Kira-kira apa aja dan gimana cara ngatasinnya ya?

 

Area kewanitaan, vagina adalah area paling sensitif yang rentan terserang bakteri dan penyakit apabila nggak dirawat dengan baik. Karena itu udah sewajarnya kita ngasih perhatian ekstra biar tetap sehat dan bersih. Tapi biarpun udah dijaga seperti apapun, ada aja masalah yang muncul. Mulai dari gatal, bau, sampe benjolan atau pendarahan di luar siklus menstruasi (haid).

 

Berikut Happifyourworld ngerangkum 5 masalah yang sering muncul di area kewanitaan yang harus kamu tahu dan gimana cara mengatasinya.

 

KEPUTIHAN

Keputihan adalah “masalah” yang paling umum cewek hadapi. Sebenarnya keputihan wajar terjadi karena sebagian dari proses pembersihan vagina, yang juga tanda bahwa kita sedang dalam masa subur. Biasanya keputihan terjadi sebelum dan sesudah siklus menstruasi (haid). Normalnya keputihan itu nggak berbau dan berwarna putih. Tapi kita harus waspada apabila yang terjadi sebaliknya (berbau menyengat dan berwarna kekuningan). 

 

MUNCUL RASA GATAL DI AREA KEWANITAAN

Rasa gatal yang muncul di area vagina biasanya disebabin jamur atau infeksi bakteri. Ada beberapa faktor pemicu kenapa jamur bisa muncul di area vagina. Bisa dari penggunaan antibiotik, pake pembalut yang nggak cocok, lembap dan nggak mengganti pantyliners, stres, pake pembersih vagina, makanan, dan lain sebagainya.

 

Untuk mengatasi rasa gatal di area kewanitaan ini kita harus tahu dulu seberapa parah gatalnya. Bila ringan, kita masih bisa pake aloe vera gel untuk menenangkan gatal tersebut, tapi gatalnya terus menyerang jangan ragu langsung konsultasikan ke dokter ya.

 

TIMBUL BENJOLAN

Benjolan yang muncul di area vagina bisa normal dan juga nggak normal. Benjolan pada vagina bisa jadi jerawat (yes, vagina pun bisa muncul jerawat!), kutil kelamin, rambut vagina yang tumbuh ke bagian dalam atau bawah kulit, dan lain sebagainya. Menurut beberapa website kesehatan, benjolan pada vaginasebenarnya nggak perlu dikuatirkan selama benjolan tersebut nggak terasa sakit atau perih ketika disentuh.

 

Apabila muncul benjolan, usahakan pas ngebersihin area kewanitaan menggunakan air matang (hangat lebih baik) bukan air keran. Kalo tampak meradang atau nyeri, bisa jadi itu tanda infeksi dan harus segera cek ke dokter.

 

VAGINA MENGELUARKAN AROMA (BARU) YANG NGGAK BIASA

Aroma yang menyengat dan nggak enak yang keluar dari vagina bisa disebabin berbagai hal, bukan cuma karena penyakit. Aroma vagina bisa terpengaruh dari makanan yang kita makan atau aktivitas yang kita lakukan. Apabila dari makanan, bisa dari makanan pedas, asam, atau dari bahan yang menyengat (bawang putih). vagina mengeluarkan aroma itu sebenarnya normal, yang nggak normal itu kalo disertakan dengan gejala lainnya seperti gatal, pendarahan, nyeri, keputihan nggak normal.

 

Sebelum panik kenapa vagina kita ngeluarin aroma nggak sedap, coba cek dulu apakah ada tanda-tanda yang disebutkan di atas ya.  

 

VAGINA PERIH SEPERTI TERBAKAR

Keluhan ini terjadi dengan tanda-tanda berikut: area vagina panas seperti terbakar, perih bila disentuh atau bersentuhan dengan panty, muncul rasa gatal, dan nyeri. Ada beberapa faktor pemicu kenapa Miss V bisa terasa perih dan terbakar, yaitu terjadi efek alergi atau iritasi terhadap bahan kimia ataupun zat lainnya hingga  perubahan hormonal. Untuk masalah ini dianjurkan jangan menggunakan sembarang obat karena justu bisa memicu lebih parah atau muncul penyakit lainnya. Sebaiknya langsung cek ke dokter untuk ditindak lebih lanjut.

 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, area vaginaadalah area paling rentan sehingga kita harus double ekstra buat ngerawatnya. Termasuk juga dalam hal memilih pembalut ataupun pantyliners yang dipakai sehari-hari. Makanya pilih varian Softex Comfort Slim untuk hari-hari biasa dan hari menstruasi-mu. Dengan permukaan halus senyamaan bantal,  Softex Comfort Slim punya kemampuan menyerap dalam satu detik sehingga cepat kering, dan breathable layer atau lapisan bersirkulasi udara memungkinkan area Vagina kita tetap bernafas sehingga mencegahnya dari lembap. Sudah terbukti secara dermatologis aman dan nyaman, jadi nggak perlu kuatir lagi deh memakai varian  Softex Comfort Slim!

 


Foto: Shutterstock   
Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates