MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Waspada Bahaya Fanatisme

 

Bahaya fanatisme

Menurut Wikipedia, fanatisme adalah paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan, kesukaan terhadap sesuatu atau seseorang secara berlebihan. Mereka punya antusiasme yang obsesif, sehingga mereka kehilangan kontrol atas apa yang mereka pikirkan dan lakukan tentang objek obsesi mereka. Fanatisme ini, apapun bentuknya, cenderung negatif dan bisa meresahkan orang-orang. Yuk kenal lebih dalam tentang kenapa kita harus waspada sama bahaya fanatisme.

 

 

MENGENAL SISI BURUK FANATISME

bahaya fanatisme

Seperti yang udah disebut di atas, fanatisme itu bisa berbagai macam bentuknya. Mulai dari fanatik terhadap golongan/ajaran tertentu (politik, agama, dll), fanatik terhadap tim olahraga, atau Happifyourworld ambil contoh yang dekat dengan kehidupan kita, fanatik terhadap sosok idola atau celebriti.

Siapa di sini yang nge-fans banget sama sosok idola, sampai-sampai pesonanya bikin kita nggak bisa memikirkan hal lain kecuali mereka? Hati-hati lho, karena hal tersebut bisa ngebawa kita kepada tingkatan fanatik dalam mengidolakan sosok tertentu. Sebenarnya ngefans bukan hal yang salah, bahkan mengidolakan suatu sosok bisa bikin kita jadi lebih positif dalam ngejalanin hari-hari. Apalagi kalau sosok yang kita idolakan punya image dan tingkah laku yang baik, tentu aja hal tersebut bikin kita jadi ikut untuk bersikap baik juga kan. Tapi, semakin kita mengidolakan seseorang terlalu dalam, ada satu titik di mana kita harus menahan supaya nggak jatuh dalam lubang fanatisme, yaitu perasaan berlebihan dalam mengagumi sosok yang diidolakan.

bahaya fanatisme

bahaya fanatisme

Tanpa berusaha menghakimi, kita bisa ambil contoh sebagian fans K-pop yang bertindak menunjukkan fanatismenya sehingga membuat -bukan cuma fans dari artis atau grup lain nggak nyaman-, tapi juga bikin publik umum bahkan si idolanya sendiri merasa risih. Contoh nyata yang paling bisa lihat adalah ketika fans menyerbu bandara untuk sekedar melihat sosok idolanya. Padahal kita tahu, bandara adalah sarana publik yang bukan cuma didatangi oleh idol, apalagi bandara berpacu dengan waktu. Terbayang dong ketika fans yang fanatik memenuhi bandara, otomatis proses penerbangan dan kenyamanan publik jadi terganggu.

Selain itu, contoh lainnya lagi adalah fanwars atau perang antar fans yang hampir setiap hari bisa kejadian. Fans terbentuk untuk sharing informasi, update, diskusi bertukar pendapat, dan yang penting mensupport idola masing-masing. Tapi ketika terjadi beda pendapat, maka udah pasti fanwar akan pecah. Demi membela idola masing-masing, logika para fans ini jadi tertutup. Yang awalnya benar bisa diplintir jadi salah, gitu juga sebaliknya. Akhirnya bisa ditebak, sesama fans atau fandom (umbrella term untuk menyebut kelompok fans idola, misalnya VIP (BigBang), EXO (EXO-L, ARMY (BTS), dsb), bisa saling benci. Dan ini nggak cuma berlaku ke sesama fans, tapi juga publik umum yang bisa jadi secara kebetulan punya pendapat lain tentang sosok tersebut. Apalagi, adanya media sosial bikin orang-orang dengan sisi fanatik ngerasa difasilitasi karena bisa melancarkan aksi dengan lebih cepat, termasuk cyberbullying.

Misalnya kasus Anji Drive yang berseteru dengan fans Kpop, yaitu EXO. Di Instagrammnya Anji bilang kalau lagu 'Someone Like You' milik EXO-CBX (sub-unit dari EXO) yang dirilis tahun 2018 mirip dengan lagu miliknya, 'Kekasih Terhebat' yang dirilis tahun 2011. Sebenarnya sih, Anji ingin mengajak diskusi tentang isu plagiat yang saat itu lagi ramai. Tapi Anji mencontohkan bila terjadi sebaliknya, yaitu gimana kalau lagu Korea lah yang dibilang mirip dengan lagu penyanyi Indonesia. Sontak aja ini narik berbagai reaksi dari fans EXO hingga ke level internasional dan juga fans musik Indonesia pada umumnya. Walaupun sebenarnya banyak juga yang komentar pakai akun palsu, namun terlepas dari itu biar nggak semakin runcing masalahnya, pihak EXO-L akhirnya meminta maaf kepada Anji secara tertulis atas kelakuan sebagian fansnya yang dinilai kurang dewasa menyikapi diskusi Anji tersebut. Nah, lucunya, ada plot twist dari fans Jepang yang bilang kalau baik Anji maupun EXO-CBX justru mengambil lagu 'Orion' milik Mika Nakashima yang dirilis tahun 2008 *nah lho.

Masih banyak lagi kelakuan fanatisme fans. Mulai dari menginstal camera tersembunyi di kamar hotel, menunggu di depan rumah (bahkan rumah orang tuanya!), mengejar dan membuntuti idolanya, menghujat apabila ketauan idolanya itu punya pacar, menyakiti diri sendiri ketika idolanya meninggal, hingga melukai idola lain biar idolanya dia unggul. Seram yah... 

 

 

MENGARAH KE GANGGUAN KEJIWAAN

bahaya fanatisme

Fanatisme sendiri diambil dari dari kata ‘fanaticus’ dalam Bahasa Latin, yang berarti amarah. Soalnya, seseorang dengan fanatisme bakal mudah terpancing emosi saat menghadapi sesuatu yang nggak sejalan atau berbeda dengan pendapatnya. Secara psikologis, seseorang yang fanatik biasanya nggak bisa memahami apa-apa yang ada di luar dirinya, nggak juga bisa mengerti masalah orang atau kelompok lain, dan nggak menerima ‘ideologi’ selain yang lagi mereka yakini. Tanda-tanda paling jelas dari sifat fanatik ini adalah saat seseorang udah nggak mampu lagi memahami karakteristik individual orang lain yang ada di luar kelompoknya,baik itu benar atau salah. Saat seseorang mengidolakan sesuatu dengan berlebihan, menjadikan sosok ini sebagai satu-satunya hal positif di benaknya, sehingga fanatisme berpotensi buat nurunin kemampuan seseorang buat berpikir rasional dan logis, karena kita menutup mata akan sisi negatif sang idola.

Menurut dr. Ade Saputra Mulyapranata, Sp.KJ, dokter spesialis kesehatan jiwa RS Awal Bros A.Yani, fanatisme atau mengidolakan sesuatu dengan berlebihan bisa dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan, karena rasa suka udah berubah menjadi obsesi dan bikin kita jadi tertutup sama pendapat orang lain. Hal ini juga bisa sampai bikin si idola jadi ngerasa terganggu sama keberadaan si fans garis keras, padahal seharusnya memiliki fans bikin dirinya jadi lebih semangat buat menghasilkan karya, atau menambah value dari apapun yang selama ini jadi faktor orang lain mengidolakannya.

 

 

SUPAYA NGGAK TERLIBAT FANATISME

bahaya fanatisme

Dilansir dari klikdokter, ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya kita nggak terjebak dlam fanatisme:

Libatkan keluarga. Salah satu pendekatan yang efektif adalah dengan melibatkan anggota keluarga dan orang lain di sekitar kita. Saat kita udah mulai terseret arus fanatisme, anggota keluarga dan sahabat terdekat bisa membantu mengawasi sekaligus ngasih penjelasan logis tentang suatu kasus, yang bisa jadi adalah pandangan yang berbeda dari yang kita pikirkan.

Open minded. Berusaha menerima kalau bukan cuma pendapat kita yang valid dan butuh didengar sama orang lain, hanya karena kita nge-fans. Karena sebenarnya, pendapat orang lain yang berbeda sekalipun bisa jadi hasil dari pengamatan pribadinya tentang idola kita tersebut. Nggak perlu emosi atau marah kalau mendengar pendapat yang beda, juga nggak perlu ikutan bullying orang-orang kayak fans lainnya. Kita masih akan tetap bisa mengagumi karya-karya idola kita kok tanpa harus nyakitin perasaan orang lain.

Konsultasikan ke tenaga professional. Kalau udah nggak bisa dikendalikan. Kita juga bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental professional tentang kecenderungan fanatisme yang kita rasakan (atau yang dikatakan oleh orang sekitar kita kalau kita udah mulai fanatik). Saat berkonsultasi, kita bisa ngedapetin terapi perilaku kognitif buat ngebantu kita mengenal lebih lanjut dasar dari fanatisme yang kita alami, sekaligus penanganan yang efektif.

 


Foto: Shutterstock

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates