MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Pikir Sebelum Sharing Ke Sosial Media

 

PIkir sebelum sharing ke sosial media

Kenyataannya, banyak yang masih belum sadar kalau media sosial justru jadi tempat terjadinya kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Nah, buat menyambut Hari Penghapusan Kekerasan Pada Perempuan secara internasional di tanggal 25 November ini, yuk kita bahas secara lengkap kenapa perlu banget berpikir dua kali untuk share sesuatu di media sosial.

 

Media sosial sebenarnya jadi tempat paling bebas dan nggak berbatas buat seseorang mengekspresikan dirinya. Kita bisa dengan leluasa nge-post apapun, mulai dari foto, video, komentar, pendapat, bahkan kitapun dengan mudah ngedapetin asupan hal tersebut dari orang lain. Tapi, kebebasan yang kita dapetin di media sosial ini kadang justru jadi bumerang panas khususnya buat kita sebagai perempuan. Di balik konten yang kita post atau yang kita lihat, justru rentan banget terjadinya kekerasan dan pelecehan pada perempuan yang terjadi di dunia maya (cyber-bullying).

 

 

KENAPA PEREMPUAN SELALU JADI SASARAN KEKERASAN DAN PELECEHAN ONLINE?

PIkir sebelum sharing ke sosial media

Udah nggak kehitung lagi berapa banyak kasus pelecehan dan kekerasan berbasis online yang akhirnya menimpa perempuan. Saat kita membagikan konten tertentu kayak selfie, OOTD, pemikiran atau pendapat, nggak jarang kita ngedapetin berbagai pandangan komentar negatif yang justru bikin kita nggak nyaman. Feedback yang kita terima justru malah bikin kita nggak nyaman, sakit hati, atau terlecehkan, misalnya komentarin wajah, bentuk tubuh, hingga komentar yang cenderung menjurus ke arah seksual.

Dikutip dari VOA Indonesia, Direktur Tata Kelola Informatika Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Mariam F Barata ngejelasin kalau menurutnya kekerasan di media sosial sering terjadi karena kurang terlindunginya data pribadi seseorang, sehingga sering banget jadi sasaran empuk kejahatan di dunia maya. Keinginan buat berekspresi juga jadi terbatas karena takut terpapar komentar negatif yang bikin keehatan mental jadi terganggu. Kebiasaan buat menunjukkan sesuatu dan nggak mempertimbangkan efek jangka panjang dari konten atau komentar yang kita post juga jadi faktor kenapa pengguna media sosial, khususnya perempuan rentan terkena kekerasan di media sosial. Apalagi, sosok yang berkomentar jahat atau memanfaatkan konten kita buat kejahatan dan pelecehan juga nggak bisa kita gapai secara instan, cenderung berlindung di akun anonym, jadi ngerasa bebas buat melakukan apapun.

PIkir sebelum sharing ke sosial media

Dalam survei yang digelar Yayasan Plan International Indonesia, tercatat seenggaknya ada 32% anak perempuan Indonesia yang pernah mengalami kekerasan dan pelecehan di media sosial. Selain itu, ada sekitar 56% yang pernah menyaksikan kekerasan dan pelecehan perempuan di media sosial. Survei ini diambil dari 500 anak perempuan di Indonesia dengan rentang usia 15-20 tahun, dan sayangnya cuma 10% aja yang akhirnya melaporkan kasus kekerasan dan pelecehan yang ia alami, sedangkan yang lain memilih buat mendiamkan atau mengubah cara mereka berekspresi supaya nggak terkena cyber-bullying lagi.

 

 

SUPAYA TETAP AMAN DARI KEKERASAN DAN PELECEHAN DI MEDIA SOSIAL

PIkir sebelum sharing ke sosial media

Walaupun kadang kekerasan dan pelecehan perempuan di media sosial sulit dihindari, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai langkah pencegahan.

 

Think Before You Share

Mikir berkali-kali untuk nge-post atau komentar sesuatu di media sosial harus tetap jadi yang utama. Menurut website iowacity, kata T.H.I.N.K yang terdiri dari ‘is it True?’, ‘is it Helpful’, ‘is it Inspiring’, ‘is it Necessary?’ dan ‘is it Kind?’ bisa jadi acuan sebelum kita ngelakuin tindakan di media sosial. Jadi, kalau sekiranya konten atau komentar yang kita buat nggak mengandung 5 unsur di atas, mending dipikir ulang apa gunanya kita niat nge-post atau komentar seperti itu.

 

Hindarin Share Hal-Hal Personal

Saat kita nyebar segala hal soal diri sendiri, baik itu foto, video, aktivitas, nomor telepon, alamat rumah, dan lainnya, ingat selalu kalau konten ini bakal dilihat sama banyak orang, termasuk orang-orang yang usil dan berniat jahat. Mau akun kita di-private sekalipun, nggak jadi jaminan kalau hal-hal yang kita share nggak akan nyebar ke mana-mana. Selain itu, jangan pernah share atau komentar sesuatu dalam keadaan emosional, supaya kita bisa berpikir jernih sebelum akhirnya membagikan itu ke media sosial.

 

Semua Konten Akan Ada Di Sana Selamanya

Ini fakta yang semua orang nggak sadar. Walaupun kita udah hapus, konten yang kita share akan selamanya ada di dunia maya, entah itu karena di-save orang lain, disebar luaskan, dan nggak sempat kita hapus jejaknya. Apalagi kita cenderung menyesal belakangan setelah bertindak, dan sayangnya jejak digital bakal selalu ada.

 

Laporkan Tindak Kekerasan dan Pelecehan

Jangan ngerasa kalau melaporkan kekerasan dan pelecehan yang terjadi pada kta sebagai tindakan yang memalukan atau sia-sia. Justru, dengan semakin banyak perempuan yang berani untuk melaporkan tindak pelecehan dan kekerasan, pelaku bakal semakin takut untuk ngelakuin aksi jahat yang berhubungan dengan pelecehan dan kekerasan pada perempuan. Nggak perlu takut, saat kita melapor, justru kita akan terlindungi dan memberi pelajaran pada oknum-oknum yang nggak bertanggung jawab atas kekerasan yang kita alami.

 


Foto: Shutterstock, Freepik

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates