MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Memerdekakan Diri Sendiri Dari Rasa Ribet

 

 merdeka dari rasa ribet

Ngapain ribet-ribet? Ada banyak cara lho yang bisa kita lakukan buat ngerasa ‘merdeka’ dari toxic di hidup kita.

 

ABAIKAN KOMENTAR NEGATIF

Karena ngerasa nggak bakal bertatapan langsung sama lawan bicara, komentar negatif jadi gampang banget diberi dan diterima di era digital kayak sekarang. Padahal, kebiasaan ini punya efek lebih dalam lho ke psikologis kita. Buat yang komen, hal ini punya efek adiksi alias ketagihan karena ngerasa komentar negatif nggak ngedapetin serangan balik secara langsung, tanpa mikirin orang lain yang membacanya. Sedangkan buat si objek yang nerima bakal ngerasa efek yang lebih parah, mulai dari sakit hati, kepikiran hal-hal negatif, sampai bikin mental jadi down.

 

Salah satu yang bisa kita aplikasiin buat merdeka dari rasa ribet adalah menghindar dari komentar negatif, baik itu ngasih komen ataupun baper saat nerima komen jelek. Karena pada dasarnya, kitalah yang punya kuasa dan kendali atas diri kita sendiri. Buat dapetin hidup yang Bahagia dan merdeka udah seharusnya kita nggak kalah sama dorongan negatif di diri kita kan? Tahan diri buat nggak ngasih komen negatif ke sesuatu yang mungkin nggak cocok sama perspektif kita. Open our mind, nerima kalau di dunia ini ada banyak banget perbedaan yang nggak harus ditanggapi negatif. Begitu juga kalau kita yang kebetulan dapet komen negatif, cuekin aja! Anggap orang-orang yang mencoba nularin negativity ke kita sebenarnya berusaha menutupi insecurity dirinya sendiri dan nyari kepuasan dengan menyakiti orang lain. Kalo begini terus, kapan merdekanya?

 

 

 

TINGGALIN GOSIP NGGAK PENTING

merdeka dari rasa ribet

Di film pendek berjudul TILIK, inget nggak gimana rombongan Ibu Tejo bergunjing seru tentang sosok Dian? Namanya juga gosip, kabar yang beredar belum tentu benar adanya. Berkaca dari film tersebut, membicarakan atau ikut mendengarkan hal-hal yang belum tentu benar tentang kabar orang lain justru bikin kita bisa dengan gampang nge-judge dan memandang rendah orang lain, juga agen hoax yang nggak kroscek kebenarannya. Yang ada, kita malah terpapar berita yang makin simpang siur dan jauh dari fakta. Walaupun ending film tersebut justru memenangkan sosok Bu Tejo, tapi terasa banget kalau film yang lagi viral ini ngasih pesan bergosip hanya bakal bikin keruh suasana. Kalau info yang disebarkan salah, nggak menutup kemungkinan bikin kita jadi gelisah karena rasa bersalah. Duh, baiknya menghindar dari gossip deh kalau mau hidup merdeka dari rasa ribet dan resah.

 

STOP BANDINGIN DIRI SAMA ORANG LAIN

Apalagi dari media sosial, yang jelas-jelas jadi wadah orang-orang buat nge-post sesuatu yang flawless, seakan kehidupannya sempurna. Percaya deh, nggak semua yang kita lihat di media sosial beneran sesempurna itu, Karenna kita nggak tau proses dan struggle apa yang nggak kelihatan di baliknya. Setiap orang punya cara masing-masing buat ngejalanin kehidupan, dan berusaha buat merdeka dari rasa ribet. Dengan ngebandingin diri kita sama orang lain, secara nggak langsung kita udah mengekang perasaan kita dengan pencapaian yang udah didapat sama orang lain. Kita jadi gampang iri, ngerasa down, dan bikin kita jadi lupa bersyukur sama mencintai diri sendiri. Justru, satu-satunya yang harus kita bandingin dengan diri sendiri adalah…diri kita di masa kemarin, dan mau jadi apa kita di masa depan.

 

Jadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi aja, bukan jadi iri, menyalahkan diri sendiri, dan malah nggak semangat ngapa-ngapain karena nggak bisa kayak mereka. Reach our goals in our own ways, be grateful and love what you have now, karena yang kita nggak tau adalah bisa jadi ada orang lain yang pengen banget berada di posisi kita sekarang.

  

merdeka dari rasa ribet

BANGGA SAMA HAL DI DIRI KITA, SEKECIL APAPUN

Salah satu cara merdeka dari rasa ribet adalah dengan bangga sama apapun yang kita hasilkan sendiri, sekecil apapun. Pada dasarnya, manusia itu adalah sosok yang unik dan berbeda-beda lho, lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, bisa jadi apa yang nggak dimiliki oleh orang lain ternyata jadi keunggulan sendiri buat kita.

 

Timeline hidup kita dan orang lain juga beda banget lho. Mungkin karena kita udah dibiasain punya proses yang sama kayak teman-teman di sekitar kita, misalnya masuk sekolah di usia yang sama, tiap tahun naik kelas bareng, sampai lulus bareng, bikin kita nggak sadar kalau nantinya pencapaian kita dan orang lain bakal beda banget. Bisa jadi kita lebih jago Bahasa Inggris duluan dibanding teman sebangku. Atau saat kuliah nanti, kita lebih cepat lulusnya dibanding mahasiswa di angkatan kita. Tapi di satu sisi, bisa jadi kita lebih lama buat dapat kerja daripada teman-teman yang lain. Karena itu, nikmati dan bangga sama proses apapun yang kita lakukan. Bagaimanapun, kita tetap orang yang beruntung udah sampai di diri kita yang sekarang. Yang jelas, lakukan usaha sebaik dan semaksimal yang kita bisa. Percaya deh, hasil nggak bakal mengkhianati usaha kok! Kebanggan kita sama diri sendiri pasti ada maksudnya, termasuk merdeka dari ribetnya pikiran negatif di diri sendiri.

 

CEPAT MOVE ON

Walaupun banyak yang bilang penting buat mengingat masa lalu, faktanya banyak orang yang terjebak sama perasaan dan jadi nggak merdeka karena masih dihantui sama kenangan. Berapa banyak orang yang akhirnya nggak semangat ngapa-ngapain karena gagal move on dari mantannya? Berapa banyak yang akhirnya ngerasa resah dan nggak bebas saat masih belum bisa move on dan berdamai sama masa lalunya?

 

Imuwan dunia, Albert Einstein pernah berkata; “Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning”. Jadi apa yang udah terjadi di masa lalu harusnya nggak jadi penghalang dari apa yang mau kita lakukan sekarang, buat masa depan. Sedih boleh, mengenang boleh, tapi jangan sampai diri kita jadi nggak merdeka hanya karena takut atau trauma sama hal-hal yang pernah kita jalanin dulu. Justru, jadikan kenangan masa lalu sebagai pelajaran, supaya kita nggak jatuh ke kesalahan yang sama, atau justru bisa membuat kenangan yang lebih bagus lagi ke depannya.

 

Nggak cuma 5 poin di atas, merdeka dari rasa ribet juga harus kita aplikasiin ke kehidupan sehari-hari, terutama saat lagi di masa-masa menstruasi (haid) nih! Daripada terus-terusan insecure karena takut tembus dan nggak nyaman, selalu gunakan Softex Comfort Slim selama masa menstruasi (haid), pembalut dengan 3000 lubang yang dapat menyerap cepat serta permukaan yang lembut, bikin kita tetap nyaman beraktivitas tanpa khawatir tembus dan lembap berlebih! Yuk, merdekakan diri dari rasa ribet sekarang juga!

 


Foto: Shutterstock

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates