MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

 

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

Seberapa sering kamu ngeluh soal pelajaran di sekolah? Seberapa sering kamu menyalahkan keadaan di saat kamu lagi nggak bisa melakukan sesuatu, dan milih buat nyerah di tengah jalan? Nah, seringkali kita nggak sadar kalau beberapa tindakan kita mengarah pada lemahnya mental diri.

Orang-orang dengan mental yang lemah bakal susah nih bertahan dan berjuang di lingkungan yang mendorong mereka buat mencoba tantangan baru, atau sekedar bertahan di lingkungan baru. Karena tipe orang yang bermental lemah punya kecenderungan untuk susah berkembang karena udah terlalu nyaman ada di comfort zone dan menolak buat keluar. Nah, supaya nggak terjebak dalam mental yang lemah, yuk coba latih diri kita dengan hal-hal berikut!

 

 

JANGAN TERLALU LAMA MENGASIHANI DIRI KITA

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

“Aku ini nggak pinter-pinter amat, nggak kayak si Dian. Kayaknya nggak sanggup deh kalau harus ikutan lomba cerdas cermat. Dian aja lah!”

Pernah bilang seperti ini ke diri sendiri dan ujung-ujungnya meratapi kelemahan sendiri? Atau, tiap ada masalah atau kegagalan, kita jadi mengasihani diri dan takut buat mencoba lagi? Cukup. Tahu nggak, kelamaan meratapi kegagalan, nyalahin diri sendiri, dan menyesali sesuatu hal yang udah lewat apalagi yang nggak bisa kita kontrol cuma bakal bikin kita nggak fokus buat menyelesaikan apa yang jadi masalah utamanya.

Bukannya nggak boleh merasa down, tapi ya jangan kelamaan juga. Daripada berpikir apa yang salah sama diri kita, mending berusaha cari tahu apa yang bisa kita lakuin buat ningkatin potensi yang ada dalam diri kita. Ingat, tiap orang tuh punya keahliannya masing-masing. Nggak perlu sempurna 100 persen, tapi lakukan sekeras yang kita bisa dan KONSISTEN. Menurut Amy Morin dari INC. salah satu tipe orang bermental kuat adalah dia nggak pernah berhenti untuk mengembangkan dirinya sendiri, mereka mau jadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. Kalopun kita cuma ahli dalam satu bidang, kenapa nggak? Dan kalopun belum ketemu apa keahlian kita, ya coba terus. Kegagalan yang kita alamin nggak akan bikin dunia berakhir kok, jadi kenapa musti takut.

Apapun bidang yang mau dicoba, usahain jangan berhenti di tengah jalan. Asah terus kemampuan kita sampai kita percaya diri buat mengakui kalau hal tersebut adalah keahlian yang kita miliki. Percaya deh, begitu kita menemukan satu hal yang bikin happy, otomatis kita bakal lebih berani buat melakukan segala hal untuk mengembangkan potensi diri kita lebih jauh. 

 

 

TERIMA PERUBAHAN DALAM HIDUP DENGAN BERANI, TETAP TENANG, DAN PUNYA RENCANA MATANG

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

“Duh, kenapa grup belajar sekolah berubah melulu sih? Capek banget harus adaptasi lagi sama orang baru”

Perubahan dalam hidup itu adalah sesuatu hal yang nggak bisa dielakkan. Makanya manusia harus punya skill beradaptasi supaya bisa bertahan hidup, nggak terkecuali remaja kayak kita. Mengeluh hanya karena kelas berubah? Eits, tunggu sampai kita terjun ke masyarakat alias ke dunia nyata di luar sekolah.

Yang harus kita sadari dari awal, kebanyakan perubahan itu sifatnya dinamis dan ada yang nggak bisa kita kontrol. Terkadang apa yang kita rencanain, bisa aja hasilnya berubah di luar ekspektasi. TAPI, itu bukan alasan untuk nggak bikin rencana apapun sama sekali. Yang pasti dalam hidup kita harus punya sikap untuk bisa tetap tenang menerima perubahan apapun dan juga siap dengan segala situasi. Walaupun mungkin itu adalah hal yang terburuk sekalipun.

Kalau kesal sama kelas yang berubah setiap saat, coba ubah mindset dengan berpikir ini adalah kesempatan buat memperluas pertemanan dan koneksi. Siapa tahu teman baru yang kita temui adalah steman yang termasuk dalam enam teman yang kita butuhkan dalam hidup.

 

 

TAHU KALAU KITA NGGAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

“Sebenarnya males sih minjemin uang ke si Alya, soalnya dia juga jarang inget ngembaliin. Tapi kalau aku nggak bantu nanti dia marah dan musuhin aku.”

Untuk jadi orang yang bermental kuat, salah satunya adalah tahu batasan dan tahu kapan bisa bilang tidak, menurut Tayyab Babar, penulis '25 Signs That You're A Mentally Strong Person'. Kita harus sadar kalau kita nggak bisa menyenangkan semua orang. Selama ini, kita ngerasa kalau menjadi baik itu adalah dengan bilang "IYA" ke semua orang, padahal ini pemikiran yang salah. Sebelum membantu orang, kita harus melihat kondisi kita dulu, apakah kita memungkinkan untuk membantunya atau tidak. Jangan memaksakan diri hanya karena takut bikin orang yang meminta pertolongan kita nggak enak.

Ingat lho, kita punya tanggung jawab atas sisi emosional kita sendiri. Kalau ujung-ujungnya malah cuma bikin kita melakukan sesuatu hal dengan nggak rela dan bikin kita susah, ya buat apa juga kan? Bantulah orang ketika memang kita MAU dan BISA membantu. Dan orang yang minta bantuan pun juga harus peka untuk melihat kondisi orang yang ingin dia minta tolong.

 

 

BIKIN KOMITMEN ATAS KEBIASAAN BARU

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

“Pingin banget olahraga kayak orang-orang, tapi susah banget buat bangun pagiiii”

Siapa yang sering excused atau ber-asalan kayak contoh di atas?

Sebenarnya kita sadar kalau excused itu negatif dan bikin kita nggak berkembang, tapi entah kenapa masih aja terus dilakuin. Excused sama aja kayak memasrahkan diri sama kelemahan dan kemalasan yang kita punya, Ujung-ujungnya apa yang udah direncanain, jadi cuma wacana atau OMDO, alias omong doang.

Ayo dong perkuat mental kita dengan 'memaksakan' diri untuk ngejalanin dan berkomitmen sama apa yang kita ingin wujudkan. Mulai aja dulu dari hal kecil kayak, komitmen buat ngurangin screen time di hape dan diganti jadi lebih banyak baca buku. Komitmen buat bangun pagi setidaknya tujuh hari berturut-turut, atau tiap sabtu dan minggu luangin 15 menit buat olahraga. Nantinya, komitmen kecil ini akan berubah jadi kebiasaan baru dan kita sadar kalau ternyata keluar dari kebiasaan jelek itu nggak sesusah yang kita pikirin.

Kita juga jadi lebih siap untuk bikin komitmen lain dalam hidup, bahkan untuk hal yang efeknya besar sekalipun.

 

 

OPEN YOUR MIND DAN BANYAK-BANYAKLAH BERSYUKUR

Cara Keluar Dari Mental Yang Lemah

Last but not least, open your mind dan perbanyak bersyukur. Daripada berambisi ingin memiliki segalanya, orang yang bermental kuat lebih memilih untuk bersyukur dengan apa yang dia punya dan dia dapat pada hari itu. Dia juga sadar kalau dunia nggak sekecil apa yang dia pikirkan, jadi daripada harus defensif sama sesuatu hal yang berbeda, akan lebih baik untuk memahami supaya wawasannya semakin luas.

Klise sih, tapi membuka pikiran dan bersyukur dengan apa yang kita dapat secara nggak langsung bisa memperkuat mental. Pikiran kita nggak akan tertutup sama hal negatif dan instant. Kita nggak akan lagi mempersoalkan apa yang kita nggak punya, justru mikirin gimana cara dan prosesnya supaya bisa sampai ke tujuan yang kita mau.

Untuk hal ini, yang bisa lakukan pertama adalah coba tulis 3 hal yang bikin kita bersyukur hari ini. Misalnya bisa makan bareng keluarga, dapat ilmu baru dari baca website Happifyourworld, dan akhirnya mulai baca buku. Hal kecil dan simple aja, nggak perlu yang wow banget. Lalu tulis 3 hal tadi di buku jurnal, share di stories atau feeds Instagram, terserah. Tulis alasannya juga kenapa hal tersebut bikin kita bersyukur, lakukan setiap hari kalau bisa. Dengan gitu, nggak ada lagi deh alasan buat mengeluh hal yang nggak berfaedah, karena kita lagi sibuk bersyukur dengan apa yang kita miliki.

 


Foto: Shutterstock

Prev
Next

Bagikan artikel ke :