MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Benarkah Aplikasi Mempermudah Hidup Kita?

 

Benarkah aplikasi mempermudah hidup kita

Nggak bisa dipungkiri, kehadiran teknologi dan aplikasi bikin keseharian dan hidup kita jadi lebih mudah. Tapi, banyak yang akhirnya terlena dan nggak sadar kalau teknologi dan aplikasi yang kita pakai punya dampak lain buat diri kita.

 

 

EFEK BURUK TEKNOLOGI DAN APLIKASI

Udah berapa banyak jenis teknologi yang ngebantu kita? Kehadiran handphone dan laptop yang kita pakai buat nugas dan komunikasi, sampai teknologi yang lebih advance kayak di dunia kedokteran dan transportasi. Rasanya agak susah deh kalau harus ngebayangin hari-hari tanpa kehadiran teknologi yang ada sekarang. A day without Instagram, TikTok, or Netflix, anyone?

 Benarkah aplikasi mempermudah hidup kita

Iya, teknologi memang diciptakan buat mempermudah kehidupan manusia. Kita bisa dengan gampang terkoneksi dengan banyak orang di luar sana, baik yang kenal maupun yang nggak, terinspirasi dari konten orang lain dan menjadikannya bermanfaat buat kita, apalagi di masa pandemi seperti sekarang, teknologi dan aplikasi jadi ngebantu banget buat tetap terhubung dengan dunia luar dan juga hiburan. Tapi sayangnya, nggak sedikit juga orang yang justru jadi menggantungkan kehidupannya pada teknologi, dan kena efek buruk dari teknologi itu sendiri. Akhirnya, secara nggak sadar kita jadi pengguna teknologi secara berlebihan dan justru punya dampak negatif buat diri kita.

 

 

TEKNOLOGI BERLEBIH BIKIN KITA BODOH DAN MALAS

Penggunaan teknologi dan aplikasi yang berlebihan ternyata bisa menurunkan kinerja otak kita lho! Dilansir dari Kompas.com, Betsy Sparrow selaku peneliti dari Universitas Columbia, New York, memaparkan kalau kehadiran mesin pencari (search engine) seperti Google, Yahoo, atau Bing yang ada di internet ternyata bisa mengubah cara kerja otak kita. Menurutnya, kehadiran ‘Mbah Google’ yang selama ini mempermudah kita mencari data dan nformasi yang kita butuh justru menurunkan kemampuan kita buat mengingat informasi tersebut. Hal ini karena kita bisa dengan gampang mencari dengan satu kali klik di layar tanpa harus susah-susah mengingatnya. Padahal, mengingat informasi yang kita dapat bisa menstimulus fungsi otak.

 Benarkah aplikasi mempermudah hidup kita

Kehadiran teknologi juga bikin kita jadi susah untuk fokus dan berkonsentrasi. Misalnya saat belajar, rasanya susah banget untuk tetap tertuju sama pelajaran tanpa ngecek smartphone terus menerus, bahkan saat kita udah menyetel mode silent, berharap kita nggak terganggu sama notifikasi. Akhirnya, kita yang udah ketagihan dalam penggunaan gadget dan aplikasi jadi cepat gelisah saat harus ngelakuin aktivitas yang nggak melibatkan gadget dan aplikasi tersebut. Coba hitung, berapa banyak waktu yang kita habiskan tanpa gadget atau ngeliat aplikasi dari smartphone kita? Apa yang biasa kita lakuin kalau lagi jauh dari gadget? Well, yang bisa kita inget mungkin gimana diri kita jadi selalu sibuk sama gadget dan aplikasi, ngejauhin yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

 Benarkah aplikasi mempermudah hidup kita

Nggak cuma itu lho, berkembangnya teknologi juga bikin kita jadi cenderung malas buat melakukan hal yang mengharuskan kita untuk memaksa kinerja otak dan otot. Teknologi dan aplikasi yang justru laku di pasaran justru adalah aplikasi yang bisa memanjakan sisi kemalasan dari manusia itu sendiri karena kecanggihannya. Salah satu contohnya adalah kehadiran aplikasi transportasi online yang memang memudahkan kita untuk diantar ke tempat tujuan, tapi di satu sisi bikin kita malas buat bergerak dan memilih buat naik transportasi online ketimbang harus jalan ke tempat yang dekat sekalipun. Kehadiran TikTok dengan segala tips ‘curang’ dan membagikan aplikasi yang mempermudah pekerjaan seperti menulis catatan atau nulis tugas dengan tulisan tangan, aplikasi prompter buat mencurangi guru saat sedang hafalan online, hingga rasa malas buat membaca tulisan panjang karena kita dimanjakan sama kehadiran informasi yang cepat dan dengan audio visual yang lebih menarik dan singkat. Buat pelajar kayak kita, rasanya aplikasi ini menolong banget di saat-saat malas gerak atau malas belajar, tapi sadar nggak sih kalau kebiasaan mengandalkan teknologi seperti ini punya dampak buruk buat kita ke depannya, terutama buat kinerja otak yang akan semakin menurun seiring pertambahan usia. Faktanya, menulis catatan atau menulis tugas dengan tangan mampu menstimulus kinerja motoric otak, sehingga kita jadi nggak cepat pelupa atau pikun nanti.

 

 

JADI HARUS GIMANA? LEPAS DARI TEKNOLOGI?

Teknologi dan aplikasi yang berkembang sekarang ibarat pisau bermata dua. Kalau nggak digunakan secara bijak, justru tujuan memudahkan dari kecanggihan teknologi bisa bikin kita terlena dan justru melemahkan daya kita sendiri. Seperti yang udah pernah Happifyourworld bahas di artikel BELAJAR DARI FILM THE SOCIAL DILEMMA berikut, sebenarnya kita nggak perlu kok 100 persen lepas dari teknologi, karena udah terbukti bikin aktivitas kita jadi makin terbantu dan produktif. Hanya aja, cuma kita sendiri lah yang harus mengatur seberapa tergantungnya kita pada teknologi, sebelum teknologi dan aplikasi tersebut yang justru akhirnya berhasil membuat kita ketergantungan.

 benarkah-aplikasi-mempermudah-hidup-kita-

Google memang memudahkan kita mencari informasi, tapi bukan berarti kita jadi malas belajar dan mengandalkan Google buat cari jawaban dari soal ujian. Netflix memang memudahkan kita buat cari hiburan lewat tayangan-tayangan keren, tapi bukan berarti kita jadi nurutin untuk binge-watching sampai ngelupain apa yang harusnya jadi tugas-tugas kita. Instagram dan TikTok memang memudahkan kita juga buat mencari inspirasi, tapi saat kita justru menggunakannya secara negatif dan berlebihan, rasa susah untuk lepas pun nggak bisa terelakan. Solusinya nggak lain adalah kita harus punya kontrol diri saat menggunakan teknologi dan aplikasi yang bisa berdampak pada diri kita dan orang lain. Seimbangkan kegiatan fisik dan otak, tanpa harus terus-terusan mengandalkan teknologi dan aplikasi yang ada di gadget kita. Percaya deh, dengan sering-seringnya kita memilih buat nggak bergantung terus sama teknologi, efek negatif yang ditimbulin juga akan makin sedikit. Remember, we are the one who rule the technology, not the opposite!


Foto: Shutterstock

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates