MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

Alasan Kenapa Jangan Nge-fans Berlebihan

alasan kenapa jangan ngefans berlebihan

Nge-fans sama selebrity, idol, atau siapapun itu sebenarnya boleh aja kok, nggak ada yang ngelarang. Tapi, ada alasan dan batasan yang perlu banget kita tahu supaya rasa suka kita nggak berubah jadi obsesi berlebihan dan akhirnya merugikan, bukan cuma ke orang yang kita idolain tapi juga ke diri kita sendiri. Nah apa aja alasan kenapa kita jangan nge-fans berlebihan? Cek di sini!

 

NGE-FANS BERLEBIHAN BIKIN KITA HALU DAN NGGAK TAHU BATASAN

Kenapa bisa dibilang halu? Karena saking cintanya sama orang yang kita idolain, kita jadi nggak bisa membedakan mana yang kenyataan dan mana hasil imajinasi yang berlebihan alias "halu". Contohnya nih, belum lama ini dunia internet dan dunia K-pop dihebohin sama TikTok challenge yang dinilai cukup mengganggu, yaitu Maria Challenge. Saking kontroversialnya Maria Challenge ini sampai bikin diskusi panas antara beberapa fandom, pengguna TikTok sampai ke netizen umum yang pada akhirnya men-cap negatif ke semua fans K-pop. Tapi sebenarnya apa sih Maria Challenge itu?

 

alasan kenapa jangan ngefans berlebihan

alasan jangan ngefans berlebihan

 

Buat yang belum tau, Maria Challenge diambil dari lagu solo Hwasa (Mamamoo) berjudul "Maria" yang diambil dari nama baptisnya. Menurut interview StarK, lagu ini menceritakan tentang inner struggling yang muncul di dalam diri seseorang dan gimana mereka bisa jadi kuat sehingga bisa mencintai diri mereka sendiri (yang kemudian Hwasa gambarkan lewat "Maria"). Terinspirasi dari arti lagu ini, fans Hwasa akhirnya membuat Maria Challenge gimana mereka bisa ngelewatin inner struggling diri mereka. Namun entah bagaimana challenge ini berubah menjadi challenge halu, ketika fans mengedit seolah-olah sedang melakukan aktivitas bareng sama si idola.

 

alasan kenapa jangan ngefans berlebihan

 

Yang bikin tren ini jadi kontroversial, selain karena video yang diedit oleh kebanyakan fans sangat berbeda jauh dengan arti lagu tersebut, editannya pun udah menjurus ke arah seksual. Makanya para fans Hwasa (dan beberapa idol yang diedit) protes saat ada yang menjadikan lagu tersebut jadi latar untuk video editan yang terkesan sangat seksual, karena gaya edit tersebut dianggap melecehkan idola secara seksual. Bahkan salah satu beauty influencer ternama di Indonesia, yang juga merupakan fans BTS ikut terseret karena mengedit video serupa.

Berfantasi dengan cara kayak gini jelas negatif dan berlebihan. Selain karena nggak pantas, editan tersebut udah termasuk sebagai bentuk pelecehan seksual karena tidak ada consent atau persetujuan dari si idola (atau siapapun) untuk diedit, apalagi untuk digunakan sebagai objek fantasi seksual. Dan bila ada pihak yang ngerasa dirugikan, mereka bisa aja menuntut. Gak mau kan hasil halu kita malah berbuntut panjang?

Di sinilah seharusnya kita sebagai fans tahu batasan dan gimana cara kita memperlakukan seseorang yang kita idolakan. Jadiin idola sebagai seseorang yang bisa menginspirasi dan bikin kita semangat melakukan hal positif, bukan malah sebaliknya.

 

NGE-FANS BERLEBIHAN BIKIN KITA JADI TERLALU TEROBSESI

Pernah dengar istilah Parasocial Relationship? Ini adalah kondisi ketika seorang fans ngerasa kalau kedekatannya sama idolanya di dunia maya terkesan nyata (padahal ilusi yang dia bikin sendiri), sehingga nggak bisa membedakan antara keduanya lagi. Kondisi tersebut bisa bikin kita ngerasa seolah-olah si idola milik kita, berhak untuk kita ngerasa cemburu, kesal, bahkan ngerasa berhak untuk kita atur hidupnya. Ini bukan cuma merugikan kita sebagai fans, juga orang-orang di sekitar kita yang nggak ada hubungannya sama sekali.

Masih ingat kasus Reemar Martin yang sempat heboh beberapa waktu lalu? Seleb TikTok ini diserang balik oleh fans BTS karena nggak terima fans Reemar, yang kebanyakan pria, menyerang BTS. Menurut informasi yang dihimpun, adu perang antara kedua fandom ini berawal dari salah seorang netizen yang kesal dan cemburu karena pacarnya nge-fans banget sama Reemar. Akhirnya si netizen me-report akun Reemar di saat Reemar memutuskan untuk rehat sebentar karena ada urusan keluarga. Entah bagaimana cerita jelasnya dan tanpa alasan yang jelas, hal ini jadi miskomunikasi dan merembet sampai dikaitkan dengan BTS. Kejadian ini sampai jadi trending topic Twitter untuk beberapa hari.

 

alasan kenapa jangan ngefans berlebihan

 

Dari kasus ini, bisa kita lihat gimana rasa cemburu dan kesal justru malah jadi toxic buat si idola yang nggak ngerti apa-apa. Reemar sendiri karena terkendala bahasa sempat sangat panik karena dia nggak tahu kenapa masalahnya bisa sampai sebesar itu. Di tingkat yang makin serius, nge-fans berlebihan termasuk dalam gangguan jiwa yang disebut Delusi Erotomania. Hal ini nggak cuma bikin kita ‘halu’ ke diri sendiri, tapi juga udah ngasih impact negatif ke orang lain. Waduh...

 

GIMANA CARA NGE-FANS YANG WAJAR?

Sadar kalo sang idola (atau siapapun itu) juga seperti kita. Sesuka-sukanya sama idola, kita harus sadar kalau mereka juga punya aktivitas dan kehidupannya sendiri sama seperti orang normal pada umumnya. Walaupun titel mereka adalah 'public figure', tapi mereka masih punya ruang kehidupan pribadi yang kita -mau itu fans loyal sekalipun- NGGAK PUNYA HAK SAMA SEKALI untuk mencampuri, mengatur, atau malah bikin rusuh kehidupan mereka.

 

Banyakin pertemanan di dunia nyata, juga aktivitas lain yang bikin kita lebih sibuk dan produktif. Dengan begitu, pikiran kita nggak selalu terhubung sama idola semakin dalam bahkan sampai halu. Sedih nggak sih kalau kita ngebanyakin interaksi di dunia maya tapi nggak punya teman di dunia nyata?

 

alasan jangan ngefans berlebihan

 

Idolakan mereka secara wajar dan normal. Gimana caranya? Support bakat dan hasil karya mereka, mengkoleksi merchandise-nya pun boleh tapi kalo nggak mampu beli ya jangan dipaksakan. Coba lihat aktivitas dan kehidupan idola yang positif yang bisa kita jadikan inspirasi biar bisa ikutan jadi seseorang yang lebih baik. Nge-fans itu seru lho selama kita bisa membedakan mana prioritas dan apa yang kita butuhkan untuk diri kita sendiri. 

 

Last but not least, hormati seseorang yang kita idolakan. Kalau beneran nge-fans, harusnya kita bisa ngerti kalau seleb juga punya hak sepenuhnya untuk dihargai sama fans-nya. Walaupun cuma fantasi, khayalan, atau becandaan, nggak ada satu orang pun seleb atau idol yang suka ngeliat fans-nya ngelakuin aktivitas yang mengarah negatif. Dalam hal ini kasus TikTok di atas. Beneran deh, nggak ada yang akan me-respek bila kita melakukan hal yang menjurus ke arah seksual, mempublikasikannya, dan menganggap hal ini normal dan lucu hanya karena yang melakukannya adalah perempuan. Balik lagi, pelecehan nggak memandang gender dan mereka bukan objek yang bisa kita jadikan pelampiasan seksual, apalagi sampe bikin konten vulgar tentang mereka.

 


Foto: Shutterstock

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :