MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

7 Cara Self-Healing untuk mengobati luka batin ala kamu!

Ada banyak cara untuk melakukan self-healing, tapi pertama banget yang harus kita lakukan adalah menerima trauma yang kita alami dan stop nyalahin diri sendiri. Supaya kita bisa mengenal lebih dalam tentang luka yang kita rasakan.

 

Kalau udah melakukan hal di atas, Happifyourworld mau membagikan 7 cara self-healing yang bisa kamu praktikkan dalam kegiatan sehari-hari, atau malah bisa juga dijadikan hobi lho. Yuk cek di bawah!

 

TAKE A BREAK!

Ini adalah cara paliing simpel tapi sulit dilakukan. Terkadang keinginan kita untuk cepat menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan, cenderung bikin kita ngelupain istirahat sebentar di sela-sela melakukan kegiatan tersebut. Coba, kapan kamu terakhir istirahat makan siang tanpa ngeliat gadget atau ngecek email/whats app group?

 

Padahal ngebiarin tubuh dan badan ‘terputus’ sebentar dari dunia luar dan hektiknya aktivitas itu penting supaya tubuh dan badan kita gak panas. Komputer aja butuh diistirahatin, masa badan gak. Yuk mulai dari sekarang usahain istirahat minimal 10-15 menit. Kamu bisa lakukan nap power atau, mumpung lagi Ramadan manfaatin untuk berdoa.

 

ME TIME

 

Dengan terbuka sama orang lain, setidaknya luka batin yang kita rasakan, bebannya akan sedikit berkurang. Tapi pastikan orang tersebut bisa menjaga rahasiamu ya. Atau kalau kamu gak punya seseorang yang bisa diajak curhat, kamu bisa kok reach us via DM di Instagram @Happifyourworld. Jangan takut, kamu gak sendirian kok karena Softex Comfort Slim akan menemani hari-hari terberat kamu, terutama ketika lagi haid dan mood kamu pun ikutan naik turun.

 

BERDIALOG SAMA DIRI SENDIRI

Ini pas buat kamu yang selalu ngerasa benci sama diri sendiri. Ketika kamu ngerasa diri kamu negatif, gak ada faedahnya hidup di dunia ini, dan berbagai pikiran jelek lainnya. Kamu bisa berdialog dan objektif saat menilai diri sendiri. Objektif di sini maksudnya jadi point of view orang kedua, yang menanyakan (tiap kamu lagi galau) “emang bener kamu seburuk itu? Masa sih?”, “apa bener kamu gak bisa berubah jadi lebih baik dari yang sekarang?”, “apa bener orang lain berpikir buruk tentang kamu seperti yang kamu pikirin?”

 

Kenapa sih kita harus berdialog sama diri sendiri? Karena satu-satunya orang yang bisa berbicara dari lubuk hati terdalam ya diri sendiri. Kamu bisa jujur dan bebas melampiaskan apa uneg-unegmu. Begitu kamu memahami dan mencoba mengerti, kamu akan lebih bisa menerima diri sendiri (self-acceptance)

 

 

TARIK NAPAS DAN HITUNG SAMPAI 3 TIAP KALI MERASA UDAH ‘OVERLOAD’

Kamu orang yang passionate dan meledak-ledak, sehingga selalu ngerasa gagal ketika apa yang kamu harapkan gak kejadian? Nah, coba deh tarik napas dalam-dalam, hitung sampai tiga, lalu keluarkan. Cara ini akan memberi kamu waktu untuk berpikir, menenangkan emosi yang lagi bergejolak, dan memahami keadaan emosi sendiri. Sehingga kamu tahu gimana harus meresponnya (self-compassion).

 

MENULIS JURNAL

Menulis sering jadi terapi karena dengan menulis kamu bisa mengutarakan segala perasaan yang dialami. Gak perlu perhatiin tanda baca, eyd, dan sebagainya. Yang perlu kamu lakukan hanya mengungkapkan segala emosi yang dirasain pas stres datang. Dengan menuliskan segala kekesalan yang dirasakan itu bisa bantu kamu melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.

 

SELF-CARE, MERAWAT DIRI BIAR BERSIH BADAN DAN BERSIH HATI

Ada yang bilang, ketika badan kita bersih maka hati kita pun akan ikutan lega, dan seluruh well-being kita pun ikutan happy. Makanya ketika kamu melakukan proses self-healing, jangan lupakan juga self-care. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan mandi, mau itu berendam atau shower pakai air hangat untuk menenangkan tubuh serta pikiran yang kalut.  

 

Nah itulah beberapa cara self-healing yang bisa kamu coba lakukan. Namun ada kalanya luka yang kamu rasakan terlalu dalam dan sulit untuk kamu sembuhkan sendiri, jangan takut untuk meminta bantuan pada orang lain atau tenaga profesional ya.

 


Foto: Shutterstock

 

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates