MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Life
MY LIFE

5 Jenis Gangguan Mental Yang Sering Terjadi Pada Remaja

 

gangguan mental remaja

Sering denger kata depresi? Atau sering juga denger istilah anxiety? Nah, kenalan lebih jauh yuk sama gangguan mental biar lebih tau ciri dan penanganannya!

 

APA ITU GANGGUAN MENTAL?

Sama kayak penyakit yang menyerang fisik, gangguan mental atau mental illness juga merupakan penyakit yang bisa dialami siapa aja dan kapan aja. Bedanya, penyakit mental ini susah buat keliahatan secara kasat mata, karena yang diserang adalah perasaan, pikiran, dan perilaku dari penderitanya. Hal ini bikin seseorang susah mengetahui apakah perilaku atau perasaan yang mereka rasakan ini normal atau nggak, atau butuh pertolongan atau nggak, karena udah dirundung perasaan putus asa dan berkeinginan untuk mengakhiri hidup.

 

Gangguan mental juga butuh penanganan yang serius supaya nggak jadi makin parah, dan bukan cuma menyerang orang dewasa yang katanya punya tekanan hidup dan tingkat stress yang jauh lebih tinggi lho, tapi justru juga rentan menyerang remaja. Faktanya, menurut hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan di tahun 2018 ditemukan bahwa jumlah persentase gangguan mental emosional remaja usia di atas 15 tahun meningkat menjadi 9,8% dari 6% di tahun 2013. Dari sini aja, udah cukup jelas kalau gangguan kesehatan mental itu bukan hal remeh yang bisa dibiarkan berlalu begitu aja.

 

 

KENAPA SIH BISA TERJADI GANGGUAN MENTAL?

gangguan mental remaja

Sebenarnya ada banyak faktor yang mendasari kenapa seseorang bisa terserang gangguan mental. Sebagian besar penderita mental ilness remaja biasanya disebabkan oleh kedewasaan psikologis yang belum maksimal, serta adanya faktor tekanan dari lingkungan, misalnya aja kayak masalah di sekolah, kurang kasih sayang dari orang tua, susah buat bersosialisasi dan berteman, kurang bisa mengekspresikan emosi, ngerasa kesepian, serta trauma karena kekerasan fisik atau pelecehan seksual. Karena ngerasa tekanan yang begitu besar tersebut, mulai deh pikiran negatif menguasai kita, dan memengaruhi perilaku.

Banyak juga faktor yang bikin mental illness jadi lebih bahaya dan susah buat dikenali lebih lanjut. Ibarat kalau kita sakit fisik, kita nggak segan untuk bilang kalau kita nggak enak badan, dan orang lain pun bisa langsung aware sama keadaan kita yang berbeda bakal ngasih banyak tawaran buat bikin kita jadi lebih baik; kayak dibikinin teh manis hangat, dibeliin obat, atau dianter ke unit kesehatan terdekat sampai penyakit kita didiagnos dengan tepat. Hasilnya, rasa sakit kita tertangani dengan baik dan cepat.

Hal ini beda banget sama seseorang yang menderita gangguan mental yang lebih sering nggak tertangani dengan baik, misalnya karena rasa malu, takut buat mengakui, dan menyangkal saat sebenarnya ada yang salah sama mentalnya, atau bisa juga nggak ada dorongan dan perhatian dari orang di sekitar si penderita. Ada juga yang karena udah berlarut-larut, nggak lagi ngerasa kalau dirinya butuh bantuan dan mengarah pada pikiran buat bunuh diri sebagai cara paling tepat buat mengakhiri rasa sakitnya.

 

MACAM-MACAM MENTAL ILLNESS YANG SERING DIALAMI REMAJA

gangguan mental remaja

Dilansir dari Halodoc, ada 5 jenis gangguan mental yang sering banget dialami oleh remaja, yaitu:

 

 

Gangguan Kecemasan (Anxiety)

Salah satu yang sering kita dengar nih di percakapan sehari-hari. Anxiety atau gangguan kecemasan merupakan penyakit mental yang ditandai dengan rasa cemas dan takut yang berlebihan akan suatu hal. Wujud anxiety ini juga bermacam-macam, mulai dari serangan kepanikan, rasa cemas berlebih pada hal-hal umum atau saat harus bersosialisasi sama orang lain, hingga ngerasa takut akan sesuatu.

Ciri-cirinya: Saat dihadapkan sama suatu hal yang jadi pemicunya, muncul rasa cemas yang nggak bisa terbendung, deg-degan dan keringat dingin, hingga ketakutan. Kalau nggak ditangani dengan baik, hal ini juga bisa berpengaruh sama aktivitas sehari-hari.

 

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Gangguan mental yang satu ini menyerang bagian otak dan sayangnya faktor penyebab dari ADHD belum diketahui secara pasti. Biasanya gejala ADHD udah muncul bahkan di anak yang usianya 3 tahun karena nggak sedikit gangguan ini dibawa dari faktor genetik, dan makin terlihat saat memasuki usia remaja. Gangguan ini justru bisa berdampak sama cara belajar dan bersosialisasi seseorang, apalagi kalau nggak segera ditangani dengan serius.

Ciri-cirinya: susah buat memusatkan perhatian, hiperaktif sehingga cenderung nggak bisa diam, juga bertindak secara impulsif.,

 

gangguan mental remaja

 

Gangguan Makan

Gangguan mental juga punya pengaruh ke kebiasaan makan kita. Kalau pernah dengar soal bulimia, anoreksia, dan kecenderungan makan berlebihan, tiga jenis gangguan makan inilah yang sering menyerang remaja. Biasanya kondisi gangguan makan ini dipicu dari rasa stress akan berbagai hal yang diderita remaja, sehingga ngejadiin cara makan sebagai pelampiasannya. Saat udah makin kronis, gangguan mental ini bisa menyebabkan penderitanya putus asa (atas pikiran dan rasa stres tersebut) dan bisa berpotensi melakukan percobaan bunuh diri.

Ciri-cirinya: Misalnya aja seseorang dengan gangguan bulimia (makan banyak lalu ngerasa bersalah) sering memuntahkan makanannya karena tekanan dan rasa takut akan tubuh gemuk, penderita anorexia (menahan makan karena nggak puas sama bentuk tubuh) yang benar-benar nggak akan makan dalam jumlah normal walau berat badannya udah menurun drastis. Atau gangguan yang mencari pelampiasan akan rasa stres dan tertekannya dengan makan secara berlebihan, yang mengakibatkan dirinya mengalami obesitas.

 

Depresi

Kita mungkin juga sering banget denger istilah depresi yang suka disebut-sebut sebagai salah satu penyakit mental yang diidap oleh remaja. Faktanya, jarang banget orang yang mengetahui perbedaan antara sedih biasa dengan depresi yang udah harus ditangani secara serius. Depresi sendiri merupakan gangguan mental yang mempengaruhi suasana hati atau mood seseorang, yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam dan rasa nggak peduli. Rasa ini diawali dengan perasaan sedih dan putus asa yang dialami seseorang karena hal tertentu yang menohok banget, yang berubah menjadi depresi yang serius saat perasaan sedih dan putus asa ini makin berlarut-larut hingga 2 minggu, bahkan terpikir kalau dirinya nggak berharga dan punya keinginan untuk bunuh diri.

Ciri-cirinya: Sedih dan murung berkepanjangan, emosi nggak stabil, cemas berlebih, ngerasa putus asa dan nggak bersemangat, selalu ngerasa lelah dan nggak bertenaga, nggak selera makan.

 

gangguan mental remaja

 

Bipolar

Di artikel 5 REKOMENDASI FILM KEHIDUPAN REMAJA, salah satunya membahas film All The Bright Places yang menyoroti kehidupan remaja dengan gangguan bipolar. Gangguan ini menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati yang nggak normal dan berdampak pada tubuh dan keseharian kita. Ibarat roller coaster yang turun naik, seseorang dengan gangguan bipolar bisa mengalami perubahan emisi yang drastic banget. Misalnya di satu kesempatan, dia punya energi yang besar, happy banget, dan bikin dirinya aktif banget dibandingkan dengan keadaan normal. Tapi, bisa aja di saat yang berdekatan dirinya tiba-tiba berubah jadi depresi, dan nggak lagi aktif, dan hal itu berlangsung dengan sangat cepat.

Ciri-cirinya: perubahan emosi yang sangat cepat dan drastis, dan setiap fase emosi dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan.

 

 

HARUS BAGAIMANA KALAU AKU MERASA ADA YANG SALAH DENGAN MENTALKU?

gangguan mental remaja

Walaupun sulit untuk mengakuinya tapi pertama-tama kita harus menyadari sepenuhnya kalau gangguan mental bukanlah hal yang bisa kita abaikan.Menganggap nggak ada yang salah dengan diri sendiri, sementara tanda-tandanya sudah jelas terlihat, hanya membuat alasan buat diri sendiri supaya hati tenang padahal nggak. Gangguan mental juga bukan penyakit yang bisa kita diagnosa sendiri, apalagi dijadiin sebagai alat supaya terlihat keren. Please don't do this. Ini hanya akan membuat mereka yang benar-benar terkena gangguan mental menjadi lebih tertekan dan justru nggak berani untuk mengakuinya karena takut dianggap hanya main-main, sehingga menghindar buat dapetin penanganan lebih lanjut.

Saat kita merasakan ada yang nggak beres dengan kesehatan mental kita, udah sepatutnya kita aware secepatnya, supaya kita bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapat pengobatan yang sesuai dengan gangguan mental yang kita alami. Selain itu, kita bisa melakukan cara-cara berikut untuk mengatasi gangguan mental menjadi lebih buruk:

Tapi gimana kalau kita tidak mengalami gangguan mental tapi merasa ADA seseorang yang ngalamin tapi ragu-ragu untuk menghampiri? First thing first, coba lihat sikapnya. Seseorang yang mengalami gangguan mental cenderung untuk menutupi (atau tertutup) dengan pribadinya, dan berusaha tampil sebaik mungkin di depan orang-orang. Karena nggak mudah buat mereka mengakui kalau mereka (sedang) mengalami gangguan mental, karena itu mereka nutupin dengan bersikap nggak ada apa-apa. Yang bisa kita lakukan, hanyalah tetap ada di sisi mereka sampai mereka mau akhirnya terbuka dengan kita. 


Foto: Shutterstock

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates