MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Life
MY LIFE

5 Cara Memaksimalkan Kemampuan Self-Healing

Supaya proses self-healing bisa maksimal kuncinya bersumber dari diri kita sendiri. Ini artinya, apapun pengaruh yang datang dari luar diri kita untuk membuat kita merasa lebih baik, pada akhirnya pandangan kitalah yang menentukan apakah hal tersebut berhasil atau gak.

 

Bagaimana cara kita melihat suatu masalah dan gimana perasaan kita pas menghadapi masalah adalah bagian yang berperan penting untuk memulihkan luka batin yang kita punya. Makanya supaya kemampuan self-healing kita dalam prosesnya bisa dapat hasil maksimal, lakukan:

 

Jujur sama diri sendiri, jangan denial dengan luka batin yang kita punya

Begitu kita tahu kalau emosi negatif adalah bagian dari hidup kita (dan juga manusia lainnya), jadi untuk apa membohongi diri sendiri. Ketika kita merasakan emosi negatif, ya jujur aja kalau hal itu sedang kita rasakan.

 

Kita gak perlu menutupi perasaan dengan kata-kata “ah ya udah...” atau “seharusnya kan...” Apapun yang kita rasakan, coba deh untuk menerima perasaan tersebut. Menurut psikolog klinis, Ramani Durvasula, “emosi negatif itu seperti riptides. Biarkan mereka mengalir keluar dari diri kita. Karena kalau dilawan hanya bikin kita terjebak di dalamnya.”

 

Sadar kalau yang terjadi di luar kontrol kita

Kadang ada beberapa hal yang terjadi dalam hidup itu di luar batas kontrol kita. Yang bisa kita kontrol adalah, bagaimana cara kita memandang hal tersebut. Segala kesedihan, kesal, marah, dan perasaan negatif lain yang kita rasakan bisa kita jadiin pelajaran supaya kita bisa berkembang lebih baik ke depannya. Makanya, stop nyalahin diri sendiri terutama ketika hal tersebut gak ada hubungannya sama sekali dengan diri kita.

 

Lepasin kesedihan masa lalu

Tiap orang punya kisah masa lalunya masing-masing, gak sedikit dari mereka punya masa lalu kelam dan nggak tenang hingga sekarang. Tapi ada juga mereka yang punya masa lalu atau trauma kelam malah menjadikan hal tersebut sebagai motivasi hidup untuk dirinya.  Orang seperti ini sadar kalau mereka gak bisa mengubah peristiwa yang udah terjadi. Makanya ada istilah “yang lalu biarlah berlalu”, ya karena yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah mengubah respon kita terhadap kejadian masa lalu dan menjadikannya sebagai pelajaran. 

 

Move on! Keluar dari ‘comfort zone’ yang ngebelenggu diri kita

Nah setelah kita jujur dengan perasaan kita sendiri dan berpikir lebih dalam tentang makna kesedihan (apa yang kita rasakan dan apa pemicunya), pelan-pelan kita bisa move on dari kesedihan masa lalu itu. Lakukan hal yang bisa membuat perasaan kita tenang. Se-simpel, keluar kamar dan menghirup udara segar, udah ngaruh banget lho. Atau mumpun lagi di bulan Ramadan, kita bisa berdoa. Merenungkan segala perbuatan kita selama ini dan gimana kita bisa berubah jadi lebih baik. Intinya, cari kegiatan yang bisa memuaskan diri kita sepenuhnya.

 

Tapi ingat ya, jangan berusaha melepaskan kesedihan sebelum benar-benar melakukan point di atas. Karena itu bukan artinya melepaskan kesedihan, tapi melarikan diri. Kalau kita belum benar-benar berdamai dengan luka batin yang kita alami, dengan kesedihan yang kita punya, rasa tenang itu pun juga gak akan berlangsung lama.

  

Afirmasi ke diri sendiri

Ini adalah salah satu cara yang dilakukan Ariel Tatum. Afirmasi diri dengan kata-kata positif bisa sangat ngebantu kita meyakinkan diri kalau diri kita itu berharga, dan pantas untuk hidup bahagia. Bebas dari belenggu rasa kuatir tentang apapun.

 

Proses self-healing itu gak sebentar. Dan bisa jadi dalam prosesnya kita akan kembali ke nol, tapi tenang. Kamu gak sendirian. Kamu bisa membaca banyak tips di Happifyourworld yang berkaitan dengan proses self-healing ataupun tips-tips kehidupan lainnya yang pastinya bisa membantu kamu menjalani proses self-healing. Kamu pasti bisa!

 

 


Foto: Shutterstock

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :