MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
FIRST PERIOD
PRODUCT
My Body
MY BODY

Vaginismus: Belajar dari Lily Iglehart di Sex Education

vaginismus-lily-sex-education

Belajar dari Lily Sex Education, vaginismus adalah kondisi gangguan seksual yang ternyata bisa diidap perempuan usia berapapun dan sayangnya gak banyak yang sadar tentang kondisi ini. Kayak apa sih gejala dan apakah bisa disembuhkan, penting banget nih untuk kamu ketahui!

 

SIAPA SIH LILY IGLEHART?

vaginismus-lily-sex-education

Lily Iglehart adalah karakter pendukung di Sex Education, cewek nyentrik dan penyuka hal tentang alien atau galaksi. Karena alasan tertentu, Lily ingin melakukan hubungan seksual, namun setiap kali melakukan hubungan seksual, Lily menyadari kalau ada yang “aneh” dengan dirinya. Dia selalu merasakan sakit ketika melakukan penetrasi sehingga membuatnya frustasi. Dari Otis Milburn (karakter utama Sex Education), Lily akhirnya mengetahui kalau dirinya mempunyai kondisi bernama vaginismus setelah berbicara dengan classmatenya tersebut dan mencoba hidup bersama dengan kondisi medisnya tersebut. 

 

VAGINISMUS ITU APA DAN GEJALANYA GIMANA SIH?

vaginismus-lily-sex-education

Dilansir dari Halodoc. Vaginismus adalah kondisi ketika otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya (gak sadar) saat terjadi penetrasi seksual di vagina. Hal ini adalah reaksi otomatis tubuh terhadap rasa takut, rasa cemas, terhadap semua penetrasi di vagina yang bisa nyebabin kejang otot, nyeri, sampai penghentian napas sementara. Bukan cuma ketika berhubungan seksual, hal ini juga bisa terjadi ketika pemeriksaan pap smear (contohnya).

 

Otot yang mengencang tanpa kita sadari adalah gejala yang paling utama dari vaginismus, dan ini bisa berbeda tingkat level keparahannya. Selain itu, gejala lainnya adalah:

 

vaginismus-lily-sex-education

Perlu diingat, perempuan yang mengidap vaginismus, gak bisa mengontrol kontraksi otot pada vaginanya. Alasan inilah yang bisa bikin perempuan frustasi, apalagi ketika disalahkan oleh pasangan, hal ini bisa membuat perempuan jadi merasa gak percaya diri bahkan depresi.

 

APA SEBAB VAGINISMUS KE HIDUP KITA?

vaginismus-lily-sex-education

Walaupun terlihat nyentrik, Lily adalah remaja yang canggung. Dia “memaksakan” dirinya untuk berhubungan seksual karena takut ‘ketinggalan’ dari teman-teman sekolahnya, biarpun gak punya ketertarikan dengan siapapun. Lily juga kerap dibully karena interestnya akan cosplay dan mature comic (hentai). Karena sifatnya itu, dia gak bisa membela dirinya sendiri.

Dari penjelasan karakter Lily di atas, kita bisa melihat kalau vaginismus itu gangguan yang sifatnya multifaktoral yang sebabnya bisa karena berbagai hal. Pemicunya bisa dari faktor emosional (stres fisik, stres emosional, trauma masa kecil, pengalaman buruk, emosi negatif terhadap seks, atau bahkan bisa gabungan dari semuanya). Atau faktor fisik (infeksi, persalinan, lubrikasi vagina yang gak cukup, efek samping pengobatan, dan lain sebagainya).

 

APAKAH VAGINISMUS BISA DISEMBUHKAN?

Bisa. Perempuan yang mengidap vaginismus bisa ngeresain gak nyaman ketika berhubungan seksual, tapi tenang aja. Ada kok caranya untuk mengatasi vaginismus, yaitu:

 

Konseling atau seks terapi

Di konseling, kita akan diedukasi tentang anatomi organ intim perempuan, kenapa ada kontraksi otot pada vaginismus, dan lain sebagainya. Konseling bisa ngebantu kita dan pasangan (yes, harus keduanya ada nih, gak bisa cuma kita aja!) buat lebih mengerti dan paham apa sih yang terjadi pada respon tubuh kita.

 

Dilator vaginal

Adalah alat yang terbuat dari plastik untuk melatih otot vagina terbuka lebar dan fleksibel. Pemakaian ini perlu ngedapetin rekomendasi konselor atau dokter.

 

Obat-obatan

Bila vaginismus disebabkan karena kondisi fisik yang telah diperiksa oleh dokter. Misalnya karena menopause sehingga lubrikasi berkurang akibat rendahnya kadar hormon estrogen.

 

Dan masih banyak lagi cara untuk menyembuhkan vaginismus, TERGANTUNG dari penyebab atau pemicunya.

 

GIMANA LILY HIDUP DENGAN KONDISI SEKSUAL YANG DIIDAPNYA?

vaginismus-lily-sex-education

Tentunya vaginismus berimbas ke kehidupan relationship, seperti yang dialami Lily. Butuh waktu lama untuk Lily menerima kondisi vaginismus dan membicarakan hal ini ke partnernya, Ola.

Hubungan Lily dan Ola seakan mematahkan tabu dan memperlihatkan pentingnya komunikasi seksual yang terbuka, serta sexual consent antara kita dan pasangan.


Foto: PEXELS, Sex Education Doc.

Prev
Next

Bagikan artikel ke :