Login

Email
Password


Mybody

5 JENIS KANKER YANG (SERING) DIALAMI WANITA

Faktanya, kanker bisa menyerang siapa aja. Gak mengenal usia dan jenis kelamin. Menurut data yang dilansir dari WHO, tahun 2015 ada sekitar 8.8 juta orang meninggal karena kanker, nearly 1 in 6 global deaths. Dan ada lima jenis kanker yang kerap menyerang wanita, apa aja itu, yuk baca lebih detail di bawah:

 

KANKER PAYUDARA

Kanker payudara termasuk jenis kanker tertinggi pertama yang diderita wanita. Dilansir dari Tirto ID, data International Agency for Research on cancer (IARC) GLOBOCAN pada 2012 mencatat ada 1,7 juta wanita terdiagnosis kanker payudara atau sekitar 11,9 persen dari seluruh insidensi kanker. Kanker payudara merupakan kanker dengan persentase kasus baru yang tertinggi, yaitu sebesar 43,3%, dengan persentase kematian sebesar 12,9%.

"Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000. Yang memprihatinkan, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut," ungkap Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar September lalu seperti dikutip dari Antara.

Kanker payudara muncul ketika sel-sel kanker tumbuh dari jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu dan saluran payudara, beserta lemak dan jaringan ikat. Kementrian kesehatan mencatat lebih dari 30% kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan, yaitu:

  1. Indek massa tubuh yang tinggi,
  2. Kurangnya konsumsi buah dan sayur,
  3. Kurang aktivitas fisik,
  4. Merokok,
  5. Konsumsi alkohol berlebihan.

Selain itu umur juga jadi faktor risiko yang berpengaruh, karena semakin bertambahnya umur tubuh tidak lagi bekerja secara optimal. Tapi bukan berarti yang muda bisa tenang. Gaya hidup yang gak sehat bisa bikin sel kanker bermutasi dan berkembang lebih cepat. Untuk itu, penting buat kita ngelakuin deteksi dini payudara dengan SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (periksa payudara klinis).

 

KANKER SERVIKS

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof.DR.dr. Aru Wicaksono, “setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia."

Menurut dr. Aru, jumlah data pengidap kanker tahun 2016 ada 17,8 juta jiwa dan tahun 2017 jadi 21,7 juta jiwa. Bahkan menurut WHO tahun 2030 akan terjadi peningkatan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat! Hal ini ngebuat WHO nempatin Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.

Dilansir dari beberapa sumber, hal ini disebabin karena lifestyle gak sehat dan juga kurangnya informasi sehingga banyak yang gak aware dengan kanker serviks. Ditambah bila ada suatu ketidaknormalan, banyak yang ragu untuk memeriksakannya ke dokter karena takut.

Makanya bila mengalami 7 tanda seperti:

  1. Nyeri pada panggul walaupun tidak lagi menstruasi (haid),
  2. Mudah lelah dan kehilangan berat badan,
  3. Sakit punggung berlebihan,
  4. Sakit saat berhubungan intim (seks),
  5. Anemia atau berkurangnya sel darah merah,
  6. Muncul rasa nyeri di kaki dan kaki terasa membengkak,
  7. Pendarahan yang gak teratur, termasuk pendarahan karena siklus menstruasi.

Bila kita merasakan setidaknya dua sampe tiga gejala di atas, jangan ragu buat langsung cek ke dokter!

 

KANKER KOLOREKTAL (KANKER YANG MENYERANG USUS BESAR DAN REKTUM)

Berdasarkan data yang dikumpulkan Surveillance, Epidemiology and End Result (SEER) Programme sejak pertengahan 1980-an hingga 2013, walaupun kanker kolon terjadi pada usia di atas 50 tahun, tapi kini kanker kolon mulai menyerang generasi milenial yang berusia 20-29 tahun dengan peningkatan 2,4%. Dan hal ini cukup menyulit dan menantan para ahli medis karena umumnya kanker kolon gak menunjukkan gejala berarti, sehingga gagal mendapatkan diagnosis dini. Gejala atau tanda kanker usus besar yang wajib kita tahu adalah:

  1. Konstipasi (diare atau sembelit),
  2. Nyeri dada seperti terbakar akibat dari refluks asam (asam yang diproduksi perut malah naik ke tenggorokan),
  3. Perubahan pada feses (kotoran) dari tekstur serta kepadatan yang berlangsung lebih dari empat minggu,
  4. Feses atau anus berdarah,
  5. Selalu merasa kembung atau kram,
  6.  Berat badan turun drastis tanpa sengaja,
  7. Kelelahan yang berlebihan,
  8. Rasa gak nyaman yang selalu muncul setelah BAB (buang air besar) seperti belum tuntas.

 

KANKER OVARIUM

Jenis kanker satu ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya pada tahap awal juga sering gak jelas. Menurut asisten profesor onkologi dan ginekologi dari Columbia University Medical Center di New York, dr June Y. Hou, MD. “mayoritas penderita kanker ovarium didiagnosis pada tahap akhir, ketika gejalanya sudah jauh lebih parah.”

Kanker ovarium diawali dengan gejala seperti perut kembung, nafsu makan menurun yang diiringi dengan menurunnya berat badan yang drastis, perubahan siklus haid, hingga terasa gak nyaman di bagian panggul. Hmm.. memang terlalu samar banget ya gejalanya.  

Ada empat risiko kanker ovarium, yaitu:

  1. Gen dan riwayat keluarga,
  2. Usia,
  3. Obesitas,
  4. Ovulasi berlebihan.

Biasanya kanker ovarium terjadi pada cewek berusia 55 tahun ke atas, namun gak nutup kemungkinan bisa juga dialami oleh anak-anak dan remaja. Menurut data Agency for Research on cancer (IARC), kanker ovarium adalah kanker peringkat ke-4 yang paling sering terjadi sama cewek Indonesia. Tahun 2014 sendiri tercatat ada sebanyak 10,23% penderitanya, dan pastinya angka ini meningkat setiap tahun bila kita gak melakukan pencegahan dan pemeriksaan dini.

 

KANKER PARU

Ini adalah kanker yang paling sering terjadi akibat dari kualitas dan gaya hidup yang buruk. Dilansir dari Kompas Lifestyle, kanker paru mungkin bukan jenis kanker yang paling banyak diderita tapi angka kematian kanker paru paling tinggi dibanding penyakit kanker lainnya. Mayoritas penderita kanker paru adalah perokok (aktif & pasif), tapi bukan cuma karena asap rokok aja, ternyata kanker paru juga bisa disebabkan gas radioaktif gak berbau yang disebut radon. Radon ini dipancarkan dari batu dan tanah yang bisa meresap ke dalam rumah dan bangunan lainnya.  Selain itu asbes, arsenik, dan zat kimia lainnya juga bisa ningkatin risiko kanker paru.

Ada satu mitos yang bilang, rokok rendah tar dan nikotin lebih aman dari rokok biasa atau pipa dan cerutu gak nyebabin kanker paru, jawabannya NO!

Ini cuma excused aja, karena faktanya setiap asap yang dikeluarkan bisa nyebabin dan ningkatin risiko kanker paru, baik untuk yang merokok (aktif) maupun yang nggak merokok (pasif)!

 

Yuk jaga badan kita dan lebih aware dengan kesehatan sendiri sebelum terlambat.


Foto: Shutterstock   

Related Articles

MEMANAH, ASYIK JUGA!

Belajar memanah nggak cuma bisa bikin kita kelihatan sekeren Katniss Everdeen.

A BOWL OF YUMMINESS

Yuk kontrol nafsu makan kita dengan cara yang simple!

Liburan mini dengan hasil maksimal

Mini trip adalah liburan singkat dengan teman dekat yang lebih efektif.

Hobi yang bikin happy

Melakukan hobi yang kita sukai bisa ngusir stres, lho. Soalnya pas melakukannya, kita akan feel happy

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.