MY LOOKS
MY BODY
MY LIFE
WHAT'S NOW
I AM FAST 3000
SOFTEX FOR UNICEF
PRODUCT
My Body
MY BODY

Apa Itu Delayed Puberty?

 

apa itu delayed puberty

 

Walaupun nggak semua orang mengalami pubertas di masa yang sama, delayed puberty atau masa puber yang terlambat ternyata juga bikin khawatir banyak orang. Apa iya puber yang terlambat artinya nggak normal?

 

KENAPA DISEBUT DELAYED PUBERTY?

Delayed puberty atau pubertas yang tertunda, adalah kondisi saat seorang remaja mengalami proses pubertas yang lebih lambat dari rentang usia puber pada umumnya. Secara umum, pubertas terjadi pada rentang usia 10 - 14 tahun buat anak perempuan (namun bisa juga dimulai dari 8 - 13 tahun), dan pada cowok di rentang usia 12 - 16 tahun (atau bisa juga 9 - 15 tahun). Nah, delayed puberty ini juga bisa dialami keduanya lho!

 

Cowok yang mengalami keterlambatan puber ditandai dengan nggak adanya pembesaran testis pada usia 14 tahun. Sedangkan buat perempuan, delayed puberty ditandai dengan terlambatnya atau bahkan nggak adanya tanda-tanda perkembangan payudara di usia 13 tahun, dan nggak mengalami siklus menstruasi sampai usia 16 tahun.  Padahal saat puber, kita bakal melewati beberapa tahapan sampai akhirnya seorang remaja bisa dikatakan masuk ke usia dewasa. Tahapan lebih lengkapnya bisa disimak di artikel TAHAP PUBERTAS PADA ANAK PEREMPUAN berikut ini ya!

  

APA PENYEBAB DELAYED PUBERTY?

Dilansir dari Kompas, penyebab keterlambatan pubertas biasanya terjadi karena banyak faktor, di antaranya:

 

Hipergonadropin, merupakan kelainan yang menyebabkan menurunnya aktivitas kelenjar gonad atau kelenjar yang memproduksi hormon reproduksi. Kelenjar gonad ini terletak pada ovarium, dan pada kasus delayed puberty ini, kelenjar tersebut memproduksi sangat sedikit atau sama sekali nggak menghasilkan hormon, sedangkan hormone tersebut berfungsi mengendalikan perubahan fisik selama pubertas.

Genetik, karena seorang anak perempuan biasanya mengalami menstruasi (haid) pertamanya sama dengan ibunya.

Adanya masalah medis, seperti anak yang mengidap diabetes, gangguan ginjal, dan juga asma.

Mengidap PCOS, Kadang anak perempuan nggak mulai mengalami menstruasi karena rahim dan vaginanya nggak berkembang dengan baik. Atau bisa juga karena dirinya memiliki terlalu banyak hormon yang disebut prolaktin, atau kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik (PCOS). Apa itu PCOS? Selengkapnya bisa dibaca di artikel BAHAYA PCOS, DARI BIKIN HAID BERANTAKAN HINGGA SUSAH HAMIL berikut.

Gangguan produksi kelenjar tiroid, yang menyebabkan nggak terpenuhinya kebutuhan tubuh atas hormon tiroid (hipotiroidisme.) Kondisi ini bikin tubuh nggak memiliki metabolisme dengan maksimal.

Sindrom Turner, yang merupakan hilangnya satu kromosom seks yang bikin organ reproduksi nggak sempurna, dan ini jadi salah satu penyebab kenapa seorang anak nggak bisa tumbuh tinggi.

 

apa itu delayed puberty



PERBANDINGAN PUBERTAS DINI DAN TERLAMBAT

PUBERTAS DINI

PUBERTAS TERLAMBAT

Pubertas anak terjadi lebih awal pada umumnya, yaitu sekitar umur 9-14 tahun.

Pubertas anak terjadi lebih lambat pada umumnya, bahkan hingga di atas 16 tahun.

Dominan terjadi di anak perempuan.

Bisa terjadi pada laki-laki atau perempuan.

Disebabkan karena faktor genetik, obesitas (Kegemukan), atau terpapar hormon seksual dari bahan kimia kosmetik ataupun makanan.

 

Disebabkan faktor Hipergonadropin, genetik, adanya masalah medis, mengidap PCOS, gangguan produksi kelenjar tiroid, dan sindrom Turner.

 

Masalah kepercayaan diri atau merasa kebingungan sering dialami oleh anak yang mengalami pubertas dini karena perubahan fisiknya yang lebih cepat dibanding teman seumurnya. Selain itu adanya perubahan mood, dan cenderung lebih cepat marah.

Sama dengan yang dialami oleh pubertas dini, tapi juga jadi sulit beradaptasi secara emosional dan sosial karena pertumbuhan yang lebih lambat dari teman seusianya, dan bisa mengarah ke depresi.

 

 

JADI, DELAYED PUBERTY ITU NORMAL NGGAK SIH?

Perlu diingat, kalau masa pubertas setiap orang akan berbeda-beda, dan sebenarnya hal itu wajar selama masih berada pada rentang usia pubertas normal, dan terlihat ciri-ciri perubahan fisiknya. Delayed puberty justru jadi nggak normal, saat kita nggak ngelihat sama sekali adanya tanda-tanda tubuh kita mengalami masa puber, seperti nggak tumbuh payudara, nggak menstruasi (haid), pertumbuhan bulu tubuh yang lambat, dibanding teman-teman seusia kita.

 

Pubertas yang terlambat bisa diatasi dengan melakukan terapi hormon secara rutin, yang dilakukan oleh tenaga medis. Dengan cek ke dokter, kita jadi lebih tau kan apa sih faktor penyebab terlambatnya masa pubertas kita, sehingga bisa dapat penanganan yang tepat juga.

 

Selain itu rentang usia pubertas juga rentan banget sama yang namanya keputihan atau vaginal discharge. Sebagai persiapan, jangan lupa untuk selalu gunakan Softex Pantyliner yang dibuat khusus untuk remaja buat menjaga supaya area vaginamu bebas lembap karena keputihan, dan nyaman beraktivitas!

 


Foto: Shutterstock, Freepik

 

Prev
Next

Bagikan artikel ke :

Get Updates