Login

Email
Password


Whatsnow

OFF TO JAPAN; SPRING GUIDE

11 April 2017

pic: taiwanholidays

Selain musim gugur di bulan November, Maret sampe Mei adalah bulan favorit buat berkunjung ke Jepang. Apalagi kalo bukan untuk ngeliat bunga sakura! Yakin banget deh pasti udah pada punya tiket ke sana, tapi sebelum berangkat baca dulu checklist komplit biar jalan-jalan musim kamu makin menyenangkan.

 

Checklist 1: Transportasi

Yang musti diingat, transportasi di Jepang mostly pake kereta, baik itu untuk perjalanan dalam kota (subway) atau antar kota (Shinkansen). Untuk dalam kota (subway), tiket yang bisa dibeli berupa:

Regular tickets: ini bisa langsung dibeli di vending machines di tiap stasiun kereta. Harganya bervariasi antara 170 yen sampe 310 yen.

Variasi IC CARD

IC CARD: ini semacam kartu prepaid yang bisa diisi ulang. Kita bisa pake IC CARD untuk bayar transportasi, vending machines (limited), took dan restoran. Ada beberapa macam IC CARD, diantaranya SUICA, PASMO, ICOCA, PITAPA, etc. walaupun bisa dipake untuk semua transportasi tapi IC CARD ini hanya bisa dipakai untuk area tertentu, dan nggak bisa dipake untuk Shinkansen dan Airport-Highway Buses. IC CARD ini bisa dibeli di semua stasiun kereta atau konter tiket. Untuk deposit awal sebaiknya masukkan 1500 – 2000 yen.  

Untuk tau lebih jauh tentang tiket, kita bisa cek ke  tokyometro.jp

 

Japantimes

Buat yang mau berencana keliling Jepang atau lebih ke 2 kota, kita bisa coba tiket Japan Rail Pass (JR PASS). JR PASS adalah akses untuk naik ke hampir seluruh line kereta, bis, feri dan Shinkansen (bullet train) yang dimiliki oleh JR Rail. JR PASS ini ada masa berlakunya yaitu untuk 7 hari, 14 hari atau 21 hari dengan harga yang beragam dan tergantung umur. Sekilas JR PASS sangat praktis untuk kita yang mau keliling, tapi menurut boutiquejapan.com, JR PASS ini mungkin bukan opsi yang baik untuk kita yang jalan-jalan di peak season atau busy period di Jepang, dan itirenary kita nggak banyak pake Shinkansen. JR PASS dibeli di semua agen travel sebelum kita berangkat ke Jepang.

 

Checklist 2: Akomodasi

Berhubung musim semi termasuk hight season, kita harus memesan penginapan minimal 3 bulan sebelum kalo nggak mau kehabisan tempat atau harganya yang bisa melonjak tinggi. Ini beberapa list pilihan akomodasi. FYI, harganya bisa berubah tergantung rate dan seasonnya:

Ryokan, traditional Japanese style hotel. Di musim semi bulan Maret, April, dan Mei Ryokan biasanya jadi favorit para turis dan traveler, terutama yang dilengkapin dengan onsen (pemandian air panas). Harga per malam/orangnya bisa berkisar antara 6000 – 30 ribu yen. Lengkap dengan sarapan dan makan malam. Menurut travelogger.com, kita bisa cek ketersediaan onsen 3 - 6 bulan sebelumnya.

 

Minshuku, penginapan ini sama-sama nawarin style tradisional Jepang tapi bedanya Minshuku adalah rumahan bukan hotel, dan dioperasikan oleh keluarga. Istilah mudahnya kita numpang tidur di rumah penduduk makanya Minshuku bagus buat kita yang mau kenal lebih dekat sama masyarakat local. Harga per malam/orang sekitar 5000 – 10 ribu yen, ini udah termasuk sarapan dan makan malam (tapi biasanya untuk makanan tergantung dari pemilik, ada juga yang nggak menawarkan makanan sehingga harganya tentu aja jadi lebih murah).

 

Apartment / rumah, sama seperti dua opsi di atas tapi menurut para blogger biasanya mereka milih apartment atau rumah kalo ingin tinggal sementara dan mau ngalamin gimana hidup di Jepang selama beberapa bulan. Dan ini cocok untuk kita yang datangnya rombongan. Untuk biaya sewa harganya mulai dari 40 ribu yen per bulan. Untuk beberapa tempat, biasanya ada charge tambahan kayak cleaning fee atau listrik.

 

Hostel / dormitories, opsi inilah yang paling sering dipilih sama para travelers. Karena dengan harga ekonomis, kita bisa dapat tempat nyaman dan terkadang makanan (biasanya sarapan) disediakan oleh pihak hostel. FYI, karena sifatnya sharing (kamar tidur dan kamar mandi) hostel atau dormitories ini jadi tempat bagus untuk kita networking dengan sesama traveler dari seluruh dunia. Kalo nggak nyaman dengan sharing, nggak perlu kuatir kok karena setiap hostel mewajibkan para guest yang datang untuk menjaga kebersihan area hostel, dan udah jadi peraturan nggak tertulis kalo setiap guest harus merespect privacy satu sama lain. Untuk hostel atau dormitories harganya bervariasi dari 1500 – 4000 yen per malam/orang.

 

Capsule hotel, mostly targetnya adalah untuk cowok. Tapi nggak usah kuatir, ada juga capsule hotel khusus cewek. Seperti namanya capsule hotel ini tempat tidurnya pack mirip kapsul, tapi jangan salah mereka punya fasilitas lengkap selayaknya hotel. Dari kamar mandi, vending machine, sampe tempat nyuci dan entertainment room. Harga per orang sekitar 3000 – 4000 yen.

 

Where to booked?

Ini 3 situs yang jadi tempat panduan traveler nyari akomodasi: AirBNB, agoda.com, booking.com.

Note: rajin-rajinlah buat comparing harga di beberapa situs. Biasanya 1 tempat harganya bisa berbeda-beda.

 

Checklist 3: cuaca musim semi

April di musim semi adalah the best time untuk berkunjung. Bahkan orang Jepang sendiri ngejadiin April sebagai bulan favorit, karena di bulan ini cuacanya nggak dingin dan nggak panas. Tapi malam hari bisa sangat dingin, cuma masih dalam tahap wajar kok. Cuacanya berkisar antara 10 – 18 derajat celcius.

 

Checklist 4: Apa yang musti dibawa?

Compiling dari beberapa saran blogger, ini dia beberapa barang essentials yang musti dibawa kalo kamu ke Jepang terutama untuk musim semi:

Obat-obatan: beda sama di Indonesia yang kalo pusing sedikit kita bisa beli obat sakit kepala atau minum jamu tolak angina, di Jepang kita butuh resep dokter. Walaupun ada beberapa toko yang membolehkan tanpa resep dokter tapi apotik atau drug store di sana umumnya nggak buka 24 jam (paling lama jam 9 – 10 malam sudah tutup).

Outfit: bawa sandal dan sepatu yang nyaman dan nggak ribet. Nggak kayak Jakarta yang ada angkot atau ojek, di Jepang kita bakal jalan kaki kalo kemana-mana (and believe us, jalan 1 - 2 kilo di sana itu sangat wajar). Usahakan pake sepatu slip on karena ada beberapa tempat yang mengharuskan kita untuk buka sepatu. Sementara untuk baju, packinglah sesimple mungkin. Bawa basic jeans, jaket atau coat, sweater, scarf atau beanie. Kalo ngerasa kurang, tenang aja, di Jepang banyak affordable shops. Sekalian bisa belanja kan, hehe… Jangan lupa bawa Softex Pantyliner Forever Fresh biar jalan-jalan kita tetap bersih dan nyaman walaupun udah keliling seharian.

Tumbler: Air di Jepang sangat aman untuk diminum, daripada kehausan musti beli di convenient store atau vending machines mending bawa aja air dari hostel. Hemat!

Power board: mau pergi sendiri atau bareng se-gang, jangan sampe hp kita mati. Bawa colokan banyak atau colokan sharing. Oia colokan di Jepang dan Indonesia berbeda. Di jepang pake 100 Volt (colokan pipih tipe A & B).

Plastik bag: walaupun Jepang terkenal sama kebersihannya tapi tong sampah bisa dibilang susah banget ditemuin di sini. Karena itu jangan lupa bawa kantong sampah sendiri in case kita beli sesuatu di jalan.  

 

Checklist 5: what to do

Musim semi banyak festival yang berkaitan dengan budaya Jepang, cek tangal-tanggal di bawah ini yang mungkin bisa kita kunjungin selain hanami-an

Sanja Matsuri: 19 – 21 Mei (uncomfirmed)

Festival ini adalah salah satu festival terbesar di Tokyo dan ngeraih peringkat 1 buat Tokyo Spring Festival. Nggak heran sih karena festival ini seru banget buat didatengin. Setiap neighborhood di Jepang bakal unjuk kekuatan dan ketahanan mereka sambil mamerin MIkoshi (kuil kecil yang ditandu oleh beberapa orang) kebanggaannya. Ada sekitar 100 MIkoshi, and do you know kalo Mikoshi ini ada yang beratnya sampe 1 ton plus harganya bisa mencapai 40 juta yen! Selain Mikoshi, ada lagi parade geisha dan taiko.

 

Takayama Spring Festival: 14 – 15 April

Festival ini diadain di kota Takayama, tepatnya di kuil Hie. Yang menarik dari festival ini adalah kita bisa ngeliat 12 gerobak antik dengan ornament dan design dari para crafter di kota ini. Beberapa gerobak ada semacam boneka mesin yang disebut Karakkuri diatasnya, dan boneka-boneka ini akan ngasih pertunjukan di sepanjang jalan kota Takayama. Ngeliat dari tinggi dan beratnya gerobak yang mereka tarik, bisa kebayang butuh keahlian dan latihan khusus.

 

Tateyama Kurobe Alpine Route

Mau foto ootd yang nggak biasa? Coba dateng ke sini deh. Koridor salju ini terkenal banget di Instagram. Untuk ngelewatin ini kita bisa jalan kaki atau naik bus dan nikmati pemandangan salju setinggi 25 meter.

 

Miyako Odori: 1 – 30 April

Miyako Odori adalah salah satu festival event Geisha terbaik dimana kita bisa nonton pertunjukan tarian dari para Geisha. Diadakan selama 1 bulan penuh di Kyoto, tepatnya di Gion Kaburenjo Theater. Kita bisa pesan tiket melalui official website mereka di miyako-odori.jp atau datang langsung ke theaternya. Harga per tiket sekitar 2000 – 4500 yen (class seating with tea ceremony)


Foto: Berbagai sumber

Related Articles

NEW IT COUPLES ALERT

03 Februari 2016

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

HAPPY CHINESE NEW YEAR WITH SANRIO

11 Februari 2016

Yuk datang ke Kota Kasablanka dari tanggal 28 Januari - 14 Februari 2016. See you there Happy Females!

The Lucky Fifty Winner

16 Februari 2016

The Lucky Fifty Winner for Januari 2016

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.