Login

Email
Password


Whatsnow

17 FAKTA UNIK KEMERDEKAAN

16 Agustus 2018

Selamat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-73! 17 Agustus adalah momen paling bersejarah buat seluruh rakyat Indonesia, karena tepat di hari ini kemerdekaan berhasil kita raih setelah perjuangan yang panjang.

 

Selama perjalanan menuju proklamasi ada banyak fakta menarik tentang kemerdekaan yang mungkin aja kita nggak tahu. Beberapa diantaranya bahkan nggak ditulis di dalam buku sejarah lho. Apa aja fakta menarik itu, yuk cari tahu di sini 17 fakta unik tentang kemerdekaan!

 

1. SAAT HARI KEMERDEKAAN YANG JATUH TEPAT DI BULAN RAMADHAN, SOEKARNO TIDAK BERPUASA KARENA SAKIT

Saat itu di bulan Agustus 1945 kita sedang dalam bulan suci Ramadhan. Menurut beberapa sumber, waktu dibangunkan untuk sahur Bung Karno mengeluh nggak enak badan karena terkena malaria. Tapi beliau walaupun dalam keadaan sakit tapi semangatnya untuk tetap berdiri dan membacakan naskah proklamasi patut diacungkan jempol!

 

2. SANGSAKA MERAH PUTIH TERBUAT DARI KAIN SEPREI YANG KAIN MERAHNYA DIBELI DARI PENJUAL SOTO

Sehari sebelum kemerdekaan sebenarnya ibu Fatmawati udah menjahit bendera merah-putih, tapi sayangnya benderanya terlalu kecil buat dinaikkan ke tiang bendera pas upacara. Jadilah istri Bung Karno ini berinisiatif buat make kain sprei putih yang ada di lemarinya. Buat kain merahnya sendiri, ibu Fatmawati minta tolong seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo buat nyari kainnya. Kastaryo akhirnya membelinya dari seorang penjual soto.  

 

3. UPACARA KEMERDEKAAN DIRAYAKAN SECARA SANGAT SEDERHANA TAPI BERMAKNA

Kalo yang kita lihat dan alami selama ini, upacara bendera berlangsung sangat besar dengan protokol, musik, pembawa bendera, dll. Tapi 73 tahun lalu, upacara kemerdekaannya berlangsung sangat sederhana di kediaman Bung Karno. Nggak ada protokol, musik, dsb. Bahkan tiang benderanya aja terbuat dari batang bambu yang masih kasar. Ada yang bilang kenapa pake batang bambu karena ini simbol perjuangan para pahlawan dulu ketika melawan penjajah.

 

4. PROKLAMASI SEMPAT DIMINTA UNTUK DIULANG

Sebelumnya, proklamasi dikabarin akan digelar di Lapangan Ikeda tapi ternyata dipindah ke Pegangsaan Timur No. 56. Setelah upacara kemerdekaan selesai, kurang lebih 100 orang barisan pelopor yang dipimpin S.Brata datang dan menuntut Bung Karno untuk baca ulang teks proklamasi, tapi ditolak dan ngasih amanat singkat buat para barisan pelopor.

 

5. TANPA WIKANA MUNGKIN HARI KEMERDEKAAN KITA AKAN MUNDUR

Kalo kamu nggak tahu siapa itu Wikana, now you know. Wikana adalah salah satu tokoh golongan muda (juru bicara) bersama Chaerul Saleh, Sukarni dan pemuda lainnya dari Menteng 31 yang waktu itu mendesak Soekarno dan Hatta buat cepet-cepet menyatakan kemerdekaan Indonesia. Bahkan dia sampe ‘nyulik’ Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok yang bikin Sutan Sjahrir yang juga mendesak Bung Karno untuk cepat menyatakan kemerdekaan jadi murka. Tapi tanpa semangat dan keberanian sekaligus kenekadan Wikana, mungkin aja lho kita nggak bakal merdeka secepat itu karena pembacaannya diundur. Peranan pemuda waktu itu benar-benar membantu kemerdekaan Indonesia, makanya jangan sampe kita sebagai generasi muda sekarang yang udah nerima hasil jerih payah perjuangan para pemuda terdahulu, menyia-nyiakannya gitu aja.

 

6. NASKAH ASLI TEKS PROKLAMASI YANG DITULIS LANGSUNG OLEH BUNG KARNO DITEMUIN DI TONG SAMPAH

Seperti yang kita tahu, naskah proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan Bung Hatta, disalin dan diketik ulang oleh Sajuti Melik. Tapi ternyata naskah aslinya disimpan oleh seorang jurnalis, BM Diah. Jurnalis Asia raja ini nemuin naskah aslinya di tong sampah rumah Laksamana Maeda. Barulah tanggal 29 Mei 1992, setelah 46 tahun, 9 bulan dan 19 hari disimpan di rumahnya, BM Diah menyerahkan naskah asli tersebut ke pemerintah pusat.

 

7. DOKUMENTASI PROKLAMASI HAMPIR DISITA JEPANG

Untung aja waktu itu ada Frans Mendoer (fotografer) yang berhasil menyelamatkan dokumentasi proklamasi dengan nyembunyiin negatif filmnya di sebuah pohon di kantor Harian Asian Raja. Ketika ditanya dan diminta oleh tentara Jepang, Frans hanya bilang kalo dia nggak punya dokumentasi tersebut. Good job!

 

8. INDONESIA SEBENARNYA BISA PUNYA 7 PROKLAMATOR, BUKAN CUMA BUNG KARNO DAN BUNG HATTA AJA

Yup, sebenarnya kita bisa aja punya proklamator lebih dari dua lho. Pas Bung Hatta nyusun naskah proklamasi, dia mengusulkan supaya semua yang hadir saat itu buat nandatanganin naskah proklamasi tersebut. Naskah proklamasi disusun oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Bung Karno sendiri dan di ruang depan hadir BM Diah, Sajuti Melik, Soekarni, dan Soediro. Tapi Soekarni menolaknya dan ngusulin kalo Bung Karno dan Bung Hatta aja yang tanda tangan sebagai perwakilan bangsa.

 

9. SELAMA PEMBACAAN PROKLAMASI, GELAR PROKLAMATOR ITU CUMA GELAR LISAN DARI RAKYAT

Meski dapet gelar sebagai bapak Proklamator, tapi kenyataannya gelar itu baru secara resmi diberikan oleh Pemerintah tahun 1986. Setelah 41 tahun kemerdekaan Indonesia.

 

10. MIC YANG DIPAKAI PAS PROKLAMASI TERNYATA HASIL CURIAN!

Menurut beberapa sumber, mikrofon yang dipake Bung Karno pas membacakan naskah proklamasi 17 Agustus 1945 sebenarnya dicuri dari stasiun radio milik Jepang lho.

 

11. NGGAK CUMA MIC TAPI MOBIL PERTAMA PRESIDEN JUGA HASIL “CURIAN”

Adalah Soediro yang berpikir untuk ‘mencuri’ mobil Buick (yang waktu itu jenis mobil paling bagus di Jakarta), milik Kepala Jawatan Kereta Api Jepang. Soediro mencari mobil tersebut dan menemukanya lagi terparkir di sebuah garasi. Nggak butuh waktu lama, Soediro langsung minta kunci mobil yang lagi dipegang oleh sang supir. Apakah perlu perlawanan? Nggak tuh, karena kunci tersebut langsung dikasi karena Soediro bilang kalo mobilnya bakal dipake sama Presiden pertama kita.

 

12. PERINTAH PERTAMA PRESIDEN

Kalo selama ini kita mikir presiden habis dilantik itu bakal langsung ngelakuin hal kayak nyusun kabinet, dll. Nope, hal ini nggak terjadi tuh waktu Bung Karno resmi ditunjuk jadi Presiden RI. Pas lagi di jalan kebetulan Bung Karno lagi liat tukang sate yang lagi nongkrong sambil nyeker (telanjang kaki), entah karena emang lapar atau kasian, Bung Karno langsung spontan bilang “sate ayam, 50 tusuk!” Well, nyusun kabinet juga butuh ‘cemilan’ toh biar semangat.

 

13. DALAM JANGKA WAKTU 4 TAHUN, IBUKOTA PINDAH SAMPE TIGA KALI

Setelah kemerdekaan, ibukota Indonesia sempat berpindah-pindah. Diantaranya Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948), dan Bukittinggi (1948-1949), sebelum akhirnya balik lagi ke Jakarta.

 

14. REKAMAN SUARA SOEKARNO BACA PROKLAMASI BUKAN BERASAL DARI TAHUN YANG SAMA

Rekaman suara Bung Karno yang membaca proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah berasal dari tahun yang sama. Rekaman tersebut dibuat dari suara asli Bung Karno tahun 1951 di Radio Republik Indonesia (RRI) untuk kebutuhan dokumentasi.

  

15. PENYEBARAN BERITA PROKLAMASI DILAKUKAN DIAM-DIAM

Upacara proklamasi 17 Agustus 1945 waktu itu sempat didatangi lima opsi Jepang yang menyampaikan perintah Gunseikan yang melarang Bung Karno menyatakan proklamasi. Mungkin karena itu sebabnya setelah proklamasi dilakukan, penyebarannya dilakukan sembunyi-sembunyi. Dengan cara dari mulut ke mulut, selebaran, grafiti di tembok, trem kota, sampe gerbong kereta api. BM Diah adalah salah satu jurnalis yang gigih menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia. Mungkin kalo nggak dia dan rekan-rekan jurnalis lainnya, bisa jadi berita kemerdekaan nggak akan diketahui masyarakat tempo dulu.   

 

16. LAGU INDONESIA RAYA SEMPAT DILARANG BERKUMANDANG

Lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf (WR) Soepratman ini punya sejarah panjang tersendiri. Pertama kali didengarkan tahun 1928 di Kongres Pemuda II, dua tahun kemudian (1930) Indonesia Raya dilarang dinyanyikan karena dianggap mengganggu bahkan WR. Soepratman sendiri sempat diinterogasi karena pake kata ‘merdeka’ yang mana saat itu Indonesia belum merdeka. Lagu ini sempat ‘hilang’, bahkan WR. Soepratman masih terus diburu polisi Hindia Belanda hingga kematiannya tanggal 17 Agustus 1938. Ketika tentara Jepang masuk, lagu Indonesia Raya kembali dikumandangkan secara bebas. Tapi 3 tahun sebelum upacara kemerdekaan (1942), lagu ini kembali dilarang sebelum akhirnya tahun 1944, panitia lagu Kebangsaan bekerja untuk memperbaiki liriknya.

 

17. SUTAN SJAHRIR PEMBUAT NASKAH PROKLAMASI PERTAMA KALI

Sebelum draft naskah proklamasi ditulis oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Naskah ini dibikin tanggal 14 Agustus 1945, setelah mereka mendengar kekalahan Jepang.


Foto: Shutterstock, Wikipedia, Himaindonesia.Com, Boombastis, Roso Daras, Sejarah Kita, Pinterest, Sejarah Ri, Tribun News, Kaskus

Related Articles

NO BAKE CAKE RECIPE

02 Februari 2016

Who doesn’t love cake? But to bake them is another story.

NEW IT COUPLES ALERT

03 Februari 2016

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

HAPPY CHINESE NEW YEAR WITH SANRIO

11 Februari 2016

Yuk datang ke Kota Kasablanka dari tanggal 28 Januari - 14 Februari 2016. See you there Happy Females!

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.