Login

Email
Password


Mylife

YANG HARUS DILAKUIN SEORANG FIRST JOBBER

18 Oktober 2017

Udah lulus kuliah, senengnya bukan main rasanya. Waktunya sibuk nyari kerja dan bertualang di dunia profesional, serta mempraktekkan pelajaran yang kita dapetin di bangku kuliah. One step closer to adult’s life! Tapi, ngaku deh kalo kita kadang masih dibuat bingung, apa sih sebenernya yang harus kita lakuin sebagai seorang first jobber? Step mana yang harus dilakuin duluan sih? Yuk, baca artikel ini buat tau lebih jelasnya!

 

Dunia kerja emang satu hal yang completely different dengan dunia kuliah. Bahkan, apa yang jadi teori di kampus belum tentu pada prakteknya sama persis dengan yang kita pelajarin di kampus. Pun kalau kita sebelumnya udah pernah magang di sebuah perusahaan waktu kuliah, pas menyandang status sebagai karyawan pasti bakalan terasa banget perbedaannya deh. Tapi meskipun dalam bayangan kita kayaknya dunia kerja tuh serem banget, sebenernya nggak sehoror itu kok kenyataannya. Makanya penting banget buat nyari tau dan riset mengenai apa aja yang harus kita siapin.

 

FIND A JOB

Ini adalah PR utama hampir semua lulusan perkuliahan, yaitu mencari pekerjaan. Meskipun nggak harus nenteng-nenteng map berisi CV dan ngedatengin semua kantor buat nyari tau ada lowongan atau nggak, tetep aja masa pencarian dan menunggu pekerjaan datang itu bikin hati deg-degan aja rasanya.


Where can I find a job?

Beruntunglah kita yang lahir di era teknologi, nyari pekerjaan hanya cukup bermodalkan smartphone, computer dan paket data. Banyak banget aplikasi atau website yang bisa jadi rujukan kita buat mencari pekerjaan. Website kayak karir.com, jobstreet, atau Linkedin mempermudah kita buat menyortir pekerjaan yang sesuai dengan major kuliah atau bidang yang kita sukai. Tinggal isi data pribadi kita, dan sistem akan melakukan pencarian secara otomatis.

Make a creative CV.

Selain data yang kita masukkin ke website pencarian kerja, kita juga harus nyiapin CV yang sekreatif mungkin. Hari gini bikin CV yang biasa-biasa aja kecil kemungkinan akan dilirik, apalagi kalo indsutri kerja yang kita pengen ada di wilayah kreatif. CV pun nggak harus berbentuk word dan di-print kertas lho, bisa juga bentuk video atau portfolio hasil foto atau ilustrasi kita. Seperti contoh CV di bawah ini:

Pastikan kita membuat CV sesuai jenis perusahaan atau jobdesk yang kita inginkan. Misalnya kalo bidangnya marketing pake CV seperti yang di kiri, kalo kita creative (designer atau illustrator) pake jenis CV yang sebelah kanan. Make it simple! Jangan bikin CV keliatan ribet sampe nggak bisa dibaca. Menurut Head HR salah satu agency periklanan, bikin CV & portoflio dengan konsep yang extra-ordinary tapi pesannya nyampe. Dengan gitu bagian HR pasti langsung mengingat kita.

Interview time!

Seneng banget pas akhirnya dipanggil buat interview di kantor incaran kita. Sebelum pergi, pastiin kita udah meriset segala sesuatu tentang perusahaan tersebut, paling nggak kita punya gambaran kantor macam apa yang akan kita datangi, dan nantinya bisa jadi bahan perbincangan sama pihak HRD yang mewawancara kita. Pilih juga outfit yang sopan, rapi, dan nggak terbuka, meski nggak harus keluar dari kepribadian kita yang asli. Pastikan kita datang tepat waktu dan nggak terlambat ya.

Nah, waktu diwawancara, relaks dan nggak usah gugup girl. Biasanya akan ada beberapa tahap wawancara, pertama dengan HRD yang dilanjutkan dengan user. Make sure body language kita tegap tapi nggak tegang, tunjukkin ketertarikan kita dengan gesture yang tepat, jawab atau ajukan pertanyaan dengan nada yang jelas dan nggak bertele-tele. Selama interview, pastikan juga buat menatap mata orang yang meng-interview kita, menunduk atau mengalihkan mata hanya akan membuat kita terkesan nggak siap sama proses interview ini.

 

YEAY, I’VE GOT THE JOB!

Yes, finally kita dapetin pekerjaan juga nih! Tibalah saatnya kita menyandag status sebagai seorang karyawan! Duh, tapi masuk kantor di hari pertama tuh deg-degannya ampun-ampunan deh. Tenang, ikutin aja clue yang ada ini.

Before you go,

pastiin semua hal yang pengen kita tau soal peraturan kantor, kita tanyain ke bagian HRD. Mulai dari gimana cara berpakaian di kantor, waktu kerja dan lembur, dispensasi waktu telat dan izin kerja serta cuti, surat kontrak dan masa kerja, asuransi hingga fasilitas apa aja yang bisa dimanfaatkan di perusahaan, termasuk juga kejelasan soal berapa besaran gaji yang kita terima. Beda perusahaan dan industri pekerjaan, beda pula peraturan yang diterapkan.

Things we should know,

punya pekerjaan juga ngebuat kita punya hak dan kewajiban, termasuk sebagai warga Negara. Beberapa hal di bawah ini harus juga kita ketahuin dan bisa kita tanyakan juga ke pihak HRD:

 

FIRST DAY AT OFFICE

Di hari pertama ini, biasanya kita akan dikenalin sama seisi kantor oleh bagian HRD. Inget untuk selalu tersenyum dan ucapkan nama dengan jelas. Nggak perlu takut kalo nggak bisa mengingat semua nama-nama orang satu kantor, yang penting kita panggil mereka dengan sebutan sopan, Kak, Mba, Mas, Pak, Bu.

Don’t be shy and be active.

Emang wajar kalo di hari pertama kita ngerasa clueless dan nggak tau mau ngerjain apa. Tapi jangan khawatir, karena biasanya kita akan punya satu supervisor yang akan ngasih tau apa aja tugas-tugas kita. Nggak perlu takut nanya ini-itu, karena yang namanya orang baru pasti di awal akan butuh penyesuaian.

Pahami kultur perusahaan.

Setiap perusahaan punya kultur (budaya) kerja dan Standard Operational Procedure (SOP) yang udah ditetapkan. Selain hari pertama kita penyesuaian, lebih baik juga memahami kultur dan attitude perusahaan supaya nggak misscommunication. Ingat, sebagai anak baru di perusahaan, harus kita yang menyesuaikan ritme kerja mereka, bukan sebaliknya. Make note kalo perlu.

Lunch buddy.

Santai aja kalo belum punya temen di hari pertama, makanya langsung iyain aja ajakan makan siang yang mampir ke kita, karena dari situlah sosialisasi kita dengan temen-temen kantor dimulai. Kalo nggak ada yang nawarin? Gampang, cukup senyum dan bilang deh, “aku boleh join makan siang nggak? Kebetulan belum tau tempat yang enak di mana.” Obrolan standar kayak udah berapa lama kerja di kantor ini, handling kerjaan apa aja, atau spot makan siang di mana yang enak, bisa kok jadi pencair suasana.

Gossip girl.

Di kantor manapun pasti ada aja gossip yang beredar, entah itu soal kelakuan bosnya, sistemnya yang berantakan, atau soal gajinya yang kecil. Sebagai orang baru, kita nggak usah ikut-ikutan dan cukup jadi pendengar dan pemerhati aja. Ikutan ngegosip malah memperlihatkan kualitas kita yang nggak oke sebagai pegawai baru.


Foto: berbagai sumber

Related Articles

Cara mengatasi writer block

02 September 2016

Ketemu sama keadaan dimana kita bingung mau nulis apa atau mau bikin apa padahal keadaannya kita lagi dikejar deadline! Ini dia cara mengatasi writer block

Cara LDR Agar TIdak Bosan

13 April 2016

Bagaimana ya cara LDR agar tidak bosan dan tetap romantis dengan pasangan? LDR juga tetep bias nyenengin kok! Simak tipsnya.

Teman yang selalu tergantung atau Overly Attached Friends

13 April 2016

Punya teman yang tergantung sama kita yang sampai mengatur apa yang harus dan nggak harus kita kerjain dan musti tau kita lagi jalan sama siapa pun? Nah ini tipsnya

PROJECT BARENG SAUDARA

02 September 2016

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.