Login

Email
Password


Mylife

TAKUT DITINGGAL ATAU DIABAIKAN? BACA INI!

26 September 2018

Perasaan takut kehilangan orang yang kita sayang adalah perasaan yang wajar. Semua orang merasakannya kok. Tapi kalo perasaan tersebut udah berubah jadi rasa takut ditinggal atau diabaikan yang berlebihan (fear of abandonment), apalagi mengarah ke posesif, berarti kemungkinan ada yang salah sama diri kita lho Happy Females.

 

Misalnya aja nih, kita takut nunjukin diri kita yang sebenarnya karena takut nggak ada yang mau temenan sama kita. Kita jadi ngerasa harus melakukan majority apa yang teman kita lakukan, padahal kita nggak suka. Atau kita ngerasa insecure banget sama hubungan kita dengan pacar, jadi kita rela ngelakuin apa aja supaya nggak diputusin.

Kalo kamu merasakan semua hal di atas, lanjut baca artikel ini ya.

 

APA SIH ALASAN DI BALIK TAKUT DITINGGAL ATAU DIABAIKAN (FEAR OF ABANDONMENT)?

Menurut beberapa pakar psikologi, ada beberapa faktor kenapa kita takut ditinggal oleh orang yang kita sayang. Entah itu anggota keluarga, teman, atau pada kebanyakan kasus relationship umumnya hal ini karena kita punya pengalaman ditinggal atau diabaikan, baik sadar ataupun nggak sadar. Dikutip dari GoodTherapy, perasaan takut ditinggal ini seringkali berawal dari pengalaman kehilangan pas masa kanak-kanak. Entah karena ditinggal orang tua karena bercerai, meninggal, atau alasan lainnya. Sementara ‘diabaikan’ dalam arti kita nggak dapet perhatian yang cukup secara fisik maupun emosional dari orang-orang yang kita sayang tersebut. Namun kita yang nggak ngalamin kehilangan di masa kecil juga tetap bisa ngerasain takut yang sama pas udah dewasa. Terutama ketika ngalamin perpisahan yang berakhir jadi trauma. Contohnya pacar kita selingkuh atau salah seorang keluarga dekat meninggal dunia tiba-tiba.

Menurut VeryWellMind, walaupun nggak diakui secara resmi, tapi fear of abandonment bisa dibilang the most common and most damaging ‘phobia’ dari semuanya. Apapun alasannya, fear of abandonement punya efek yang besar banget di hidup kita. Karena orang yang diliputi dengan rasa fear of abandonment kemungkinan akan nunjukin perilaku kompulsif untuk mengurasi rasa cemasnya. Selain itu punya self-esteem rendah, mood swings, depresi, dan kemungkinan masalah mental lainnya.

 

Sedihnya, kita yang punya pengalaman ditinggal atau diabaikan (terutama pas masih kecil) punya kecendrungan buat ketemu pasangan yang akan memperlakukan kita dengan cara yang sama. Dan bukan nggak mungkin siklus dengan pattern yang sama akan terus berulang ke anak kita nantinya.

 

TANDA-TANDA FEAR OF ABANDONMENT

 

GIMANA CARA MENGATASINYA?

Sadarlah kalo di dunia ini yang pertama harus kita sayang adalah diri kita sendiri, and we are worthy of love.

Bukan salah kita kalo ada orang tersayang mutusin untuk meninggalkan atau mengabaikan kita. Kalo pun kita berperan di dalamnya tapi bukan berarti kita nggak pantes buat dapet kasih sayang, karena everyone deserves to be loved. Dan kita harus sepenuhnya aware dengan hal ini. “I’m the one I should love”!

 

Merangkul rasa takut yang kita punya, instead of ngelawannya.

Daripada berusaha keras untuk ngelawan atau denial rasa takut yang kita punya, coba untuk mengerti rasa takut tersebut. Identifikasi kenapa sih kita takut, apa alasan di balik ketakutan kita. Kemudian sadari kalo, nggak semua orang bakal berakhir ninggalin atau ngabaiin kita kayak yang udah lalu. Yakin aja kalo, ada orang di luar sana yang membutuhkan kita. Ini akan jadi motivasi kita buat cepat move on.

 

Stop bergantung dengan orang lain secara emosional.

Karena selama kita masih kelewat bergantung dengan orang lain, kita akan susah melepas orang tersebut. Bukan berarti nggak boleh ngebagi beban kita sama sekali, tapi kita harus stop ngeliat mereka sebagai solusi dari semua masalah yang kita hadapi. Jadilah pribadi yang mandiri, baik fisik maupun emosinal. Karena at the end of the day, yang bisa kita andalin adalah diri kita sendiri.

 

Terima kalo being alone itu nggak selamanya buruk.

Hubungan dengan orang lain adalah bagian dari hidup kita, tapi itu bukan satu-satunya yang mendefinisikan diri kita seutuhnya. So what kalo kita nggak punya keluarga, pacar, atau sahabat? It’s really okay to be alone. Dalam hidup, kita nggak sepenuhnya lho butuh orang lain untuk menilai kita berharga atau nggak. Tapi ingat, ini bukan berarti alasan untuk defensif atau menutup diri dari orang yang peduli dan sayang dengan kita.

 

Terima aja kalo rasa takut itu pasti akan selalu ada.

Ngilangin rasa takut itu hal yang mustahil, karena rasa takut adalah salah satu emosi yang bikin kita jadi manusia. Tapi kita bisa mengontrolnya kok, jadi cobalah lebih menerima rasa takut tersebut. Dan juga aware sama batas rasa takut kita, kapan kita bisa ngerasa itu wajar dan kapan kita ngerasa rasa takut itu udah mulai berlebihan.  


Foto: Shutterstock   

Related Articles

PACARKU NYEBELIN!

17 Maret 2016

Gimana caranya ngatasin cowok nyebelin?

6 TIPS NYEMBUHIN PATAH HATI

25 Maret 2018

Patah hati karena baru diputusin? Baca 6 tips ini biar sembuh!

NONTON STREAMING YUK!

06 April 2016

Tapi, hati-hati nggak bisa berhenti, hehehe!

BELAJAR YUK

01 Mei 2016

Simak tips belajar biar siap ngadepin ujian

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.