Login

Email
Password


Mylife

KENALAN SAMA SI AMBIVERT

26 Oktober 2017

Selama ini kita hanya mengenal dua istilah kepribadian dalam dunia psikologi, ekstrovert dan introvert.  Tapi belum banyak yang tau kalo ada tipe kepribadian ketiga yang merupakan gabungan ekstrovert dan introvert. Yuk kenalan lebih jauh sama tipe ambivert, siapa tau kita termasuk salah satu di antaranya.

 

Biasanya ini kita menggolongkan tipe kepribadian menjadi dua, ekstrovert sebagai orang yang gemar bergaul dan luwes dalam berinteraksi dengan orang lain, sedangkan introvert kebalikannya, tipe penyendiri yang lebih senang melipir dari hiruk pikuk dan keramaian. Perbedaan keduanya cukup signifikan dan kita bisa melihat diferensiasi yang cukup mencolok dari teman-teman kita yang mewakili dua kepribadian tersebut. Tapi ternyata, ada kepribadian ketiga yang seringnya ‘terlupakan’, yaitu tipe ambivert, yang dimiliki oleh hampir 38% populasi orang di dunia.

Ambivert adalah tipe kepribadian yang berada di tengah-tengah  tipe ekstrovert dan introvert. Artinya tipe ini mengambil irisan kedua sifat ekstrovert dan introvert. Ambivert bisa sangat luwes saat berhadapan dengan publik, tapi di lain sisi butuh waktu untuk menyendiri dan menjauh dari keramaian. Banyak ahli yang menilai orang yang memiliki sifat ambivert memiliki banyak keuntungan, karena kekuatan semua kepribadian bergabung dalam diri ambivert. Misalnya seseorang bisa sangat percaya diri dan tegas, sekaligus ramah dan mudah didekati. Ambivert bisa dengan gampangnya beradaptasi di lingkungan baru, tapi nggak takut kalo harus ngelakuin aktivitas seorang diri buat memenuhi kebutuhan me time-nya.

Nggak ada garis tegas yang membagi ambivert ini, kita bisa jadi seorang ambivert yang tegas, ekstrovert yang pemalu, ambivert yang stabil, atau introvert yang senang berada di keramaian. Kalo kita merasa satu waktu bisa happy banget ada di tengah orang banyak, tapi di lain waktu ngerasa lelah berhadapan dengan orang lain dan pengennya sendiri aja, mungkin kita adalah salah satu dari pemilik sifat ambivert ini. Selain itu, ada ciri-ciri lain yang bisa kita ketahui buat mengenal lebih jauh si ambivert ini.

Sulit mengklasifikasikan diri sebagai introvert atau ekstrovert.

Temen kita (atau bahkan kita sendiri) nggak bisa menggolongkan kepribadian kita itu masuknya ke ekstrovert atau introvert. Karena kadang kita suka banget rame-rame, tapi nggak masalah juga kalo harus sendirian. Ini beda dengan ekstrovert dan introvert yang kepribadiannya cenderung ke satu sisi aja.

Nggak suka basa-basi.

Seorang ambivert ngerasa basa-basi itu nggak tulus, tapi buat kepentingan sosialisasi dan ngebangun percakapan, ambivert nggak anti kok ngelakuin basa-basi ini.

Menghabiskan waktu dengan orang lain bisa nguras tenaga, tapi saat sendiri malah ngerasa nggak produktif banget.

Ambivert seneng ngabisin waktu sama temen-temen dan bertemu dengan orang baru, tapi nggak jarang hal itu nguras tenaga dan sesampainya di rumah  ambivert bisa jadi capek banget. Di sisi lain, ambivert butuh waktu dalam kesendirian, meski ia juga ngerasa kesendiriannya itu bikin ia nggak produktif.

Seneng jadi pengamat dan penonton.

Karena merupakan gabungan dari dua sifat ekstrovert dan introvert, seorang ambivert bisa seneng banget jadi pusat perhatian dan dapetin banyak pujian dan atensi, tapi di saat yang sama seneng jadi pemerhati dan pendengar yang baik.

Emosional bilingual dan intuitif.

Beda kayak ekstrovert yang cenderung nggak bisa berhenti ngomong, ambivert punya intuisi yang bagus kapan harus mendengarkan atau diam, dan bisa membaca kondisi emosi orang dengan baik.

Kerja kelompok atau individual? No problem.

Kalo ekstrovert akan kesulitan mengerjakan tugas individu dan introvert kesulitan mengerjakan tugas kelompok, ambivert nggak mempermasalahkan mengerjakan kedua tipe tugas tersebut.

Fleksibel dalam berinteraksi.

Mood ambivert bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ia bisa berbasa-basi dengan baik jika diperlukan, tapi akan sangat terlibat dalam percakapan yang dalam saat arah perbincangan membuatnya tertarik dengan tema yang ditawarkan. Kepribadian ambivert juga menyesuaikan banget dengan lawan bicaranya. Kalo ketemu dengan ekstovert, ambivert akan lebih banyak diam dan jadi pendengar. Tapi sebaliknya, kalo berinteraksi dengan introvert, ambivert akan jadi pembicara yang aktif.


Foto: Freepik, berbagai sumber

Related Articles

Teman yang selalu tergantung atau Overly Attached Friends

13 April 2016

Punya teman yang tergantung sama kita yang sampai mengatur apa yang harus dan nggak harus kita kerjain dan musti tau kita lagi jalan sama siapa pun? Nah ini tipsnya

PROJECT BARENG SAUDARA

02 September 2016

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

PACARKU NYEBELIN!

17 Maret 2016

Gimana caranya ngatasin cowok nyebelin?

6 TIPS NYEMBUHIN PATAH HATI

25 Maret 2018

Patah hati karena baru diputusin? Baca 6 tips ini biar sembuh!

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.