Login

Email
Password


Mylife

STOP BODY SHAMING CHAT!

28 Oktober 2018

Pernah gak denger kalimat ini, “ih kok lo tambah gendutan sih?!”, “badan lo semakin kerempeng kayak tiang listrik, lo penyakitan ya?”, atau liat di kolom komentar sosial media yang nulis “wah gila badannya kayak gajah!”, dan lain sebagainya. Entah kamu pernah melihat, mendengar atau bahkan gak sengaja mengutarakan kalimat ini ke teman atau orang yang kamu temui, hal ini udah termasuk body shaming.

 

Terlepas dari maksud hati si penulis atau yang mengatakan, sayangnya saking seringnya body shaming chat udah dianggap angin lalu. Apalagi kalo misalnya yang ditargetkan merasa tersinggung, kita yang mengatakan hanya bisa bilang “ah baper banget sih!”, padahal mungkin aja orang tersebut benar-benar tersinggung dan ini berakibat ke self-esteem dirinya.

 

Body shaming chat sering terjadi tapi gak ada orang yang menyadarinya. Dikutip dari website resmi National Eating Disorder Information Center, negative body-related conversations ini disebut oleh penulis buku dan profesor antropologi Universitas Arizona Mimi Nichter sebagai FAT TALK. Maknanya gak sesempit arti literal istilah tersebut, karena fat talk gak cuma dipake buat nge-gambarin komentar negatif tentang tubuh yang gemuk, tapi juga tubuh yang kurus, keluhan soal bagian tubuh tertentu (misalnya payudara atau tinggi badan), dan perasaan gak puas akan penampilan kita secara keseluruhan.

Masih dari sumber yang sama, fat talk merupakan perilaku sosial yang (sayangnya) umum terjadi di masyarakat, terutama di kalangan cewek. Walaupun sekilas percakapan ini terkesan nggak jahat dan “wajar”, secara gak sadar fat talk bisa bawa efek negatif. Baik untuk si target dan buat yang mengatakannya.

 

 

Ada banyak alasan kenapa kita harus bisa menahan diri buat ngebicarain bentuk tubuh dan penampilan, yaitu:

BENTUK BODY SHAMING TERHADAP DIRI SENDIRI

Pernah gak dengar istilah “the worst criticus adalah diri kita sendiri”? Yup, merujuk pada kalimat sebelumnya. bila kita secara gak sadar terlibat dalam fat talk sebenarnya kita juga telah melakukan body shaming terhadap diri kita sendiri. Orang yang mencintai dirinya sendiri tentunya gak akan melakukan “pembullyan” terhadap dirinya kan? If you love yourself, you wouldn’t do that thing to yourself. Dengan kita bilang orang lain “gendut” atau “kurus”, itu sebenarnya adalah bentuk denial terhadap diri kita sendiri yang sebenarnya kita gak yakin sama badan dan penampilan kita. Jadi, sebagaimana body shaming gak seharusnya kita lakukan ke orang lain, bahkan teman-sahabat kita sendiri, kita juga gak seharusnya melakukannya pada diri kita sendiri. Love yourself by stop doing fat talk!

 

MUNCUL RASA GAK PUAS DAN NYAMAN SAMA BADAN SENDIRI

Berhubungan dengan point di atas, kita melakukan fat talk karena sebenarnya ingin mencari empati dari orang lain. Pernah denger kalimat berikut?

Kita: “gue gendutan banget ni harus diet”

Teman: “lo gendut? Dari mananyaaa?! Segini itu bagus banget!”

Kalo pernah, itulah salah satu alasan kita melakukan fat talk. Dikutip dari Pijar Psikologi.org, menurut Nichter, tekanan norma sosial yang mungkin nyebabin cewek berkomentar negatif tentang tubuh mereka. Tapi, sebagian cewek percaya kalo fat-talk justru bikin mereka ngerasa lebih baik. Sebab, mereka bisa mengekspresikan ketidakpuasan sama tubuh mereka dan menerima respon empatik dari orang lain. Tapi, dibuktikan dari beberapa jurnal studi, terus menerus melakukan fat talk dalam jangka panjang malah bikin kita akan semakin terus gak puas sama diri sendiri. Bahkan bisa nyebabin gangguan mental yang serius kalo segera gak dihentikan. Parah banget kan?

 

DISADARI ATAU GAK, MENYAKITI PERASAAN ORANG LAIN

Menurut dari The New York Times, fat talk itu menular. Ketika kita mengeluhkan ketidakpuasan kita terhadap bentuk tubuh atau penampilan ke orang lain, lawan bicara kita juga punya kecendrungan buat ngeluhin hal yang sama. Ketika kita mulai mutusin untuk membicarakan fat talk tentang diri kita sendiri ataupun orang lain, kita akan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Secara gak langsung kita nularin dampak negatif fat talk kepada lawan bicara kita. Ini kurang lebih mirip sama tindak bullying. Jadi yuk stop atau kurangin deh ngomong atau basa basi topik yang mengarah ke body shaming kalo gak bisa membawa ke arah positif. Karena hal ini akan jadi buruk, bukan cuma buat orang lain tapi juga buat kita.


Foto: Shutterstock   

Related Articles

PROJECT BARENG SAUDARA

02 September 2016

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

PACARKU NYEBELIN!

17 Maret 2016

Gimana caranya ngatasin cowok nyebelin?

6 TIPS NYEMBUHIN PATAH HATI

25 Maret 2018

Patah hati karena baru diputusin? Baca 6 tips ini biar sembuh!

NONTON STREAMING YUK!

06 April 2016

Tapi, hati-hati nggak bisa berhenti, hehehe!

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.