Login

Email
Password


Mylife

SCHOOL IN JAPAN

31 Juli 2017

Kalo nonton drama dan baca komik Jepang yang berlatar belakang sekolah tuh rasanya pingin banget deh bisa sekolah di sana. Nggak aneh sih, karena sampe sekarang bersekolah di Jepang ternyata tetap jadi favorit. Tapi sebenarnya kayak apa sih cara belajar mereka, kurikulum, aktivitasnya dan berapa besar uang sekolahnya ya? Di artikel ini Happifyourworld akan ngasih tau hal-hal general yang musti kamu tau tentang school life in Japan, let's check it out! 

 

SISTEM SEKOLAH

Sistem sekolah di Jepang ternyata nggak beda jauh dengan di Indonesia. Sekolah dimulai bulan April dan berakhir di bulan Maret. Siswa menghabiskan masa sekolah 6 tahun di sekolah dasar, 3 tahun di sekolah menengah pertama (junior high school), dan 3 tahun di sekolah menengah atas (senior high school). Baru setelah itu siswa melanjutkan ke universitas selama 4 tahun. Sekolah di Jepang terbagi jadi dua jenis yaitu public school dan private school. Menurut Japan-guide, perbedaan Public School dan Private School cukup signifikan apalagi kalo kita memilih sekolah yang cukup prestigius dan favorit. Salah satu hal yang paling terlihat adalah uang sekolah dan fasilitas yang ditawarkan.

Sekolah di Jepang ada yang tersedia dari SD - SMP - SMA - UNIVERSITAS. Dan jam mulai belajarnya sama yaitu dari jam 8.30 - 15.00, dari Senin - Jumat. Terkecuali kalo kita masuk klub atau kegiatan akhir sekolah maka bisa jadi kita akan pulang lebih malam.

Ada 3 pembagian semester sekolah yaitu: first term dimulai dari April - Juli, second term dari September - Desember, last term dari Januari sampe akhir Maret. Di setiap term ini akan ada ujian untuk menilai perkembangan siswa, dan mereka akan nerima report card di setiap akhir term untuk ditunjukan ke orang tuanya.

 

 

SCHOOL FEES

Menurut Jidoseitoshien-Shugaku, sekolah dasar dan SMP dibebaskan dari uang sekolah, mereka hanya diwajibkan untuk membayar uang makan siang yang disiapkan oleh sekolah dengan standar tertentu, dan uang aktivitas. Sedangkan untuk SMA (publik, private atau pun kejuruan), mereka dibebankan untuk membayar fee seperti: uang sekolah, exam fee, admission fee, textbook, seragam, etc. Besarnya uang sekolah bervariasi, tergantung dari sekolah apa yang kita pilih, institusi, tipe studinya, etc.

Sebagai contekan, kira-kira besar uang sekolah untuk Public dan Private school kurang lebih sepeti ini:

Private school (full time): around 600.000 Yen (tuition fee not included)

Public school (full time): around 200.000 Yen (tuition fee not included)

 

 

STUDENT ACTIVITY

Menurut beberapa sumber yang Happifyourworld dapatkan, kebanyakan siswa di Jepang nggak cuma belajar bahasa atau matematika seperti umumnya, tapi ada pelajaran tambahan yang musti mereka ikuti. Bisa dibilang bukan quantitas banyaknya pelajaran yang diberikan tapi kualitas pelajaran itu sendiri. Selain itu, semenjak SMP para siswa ini udah dididik buat siap di dunia bekerja, makanya bisa jadi di beberapa sekolah lebih banyak praktek di luar daripada belajar di kelas ataupun belajar berkelompok. Kegiatan siswa umumnya terbagi seperti di bawah:

Tahun ajaran baru: setiap baru masuk kelas, para siswa dan orang tua murid akan datang untuk mengambil buku, tas dan seragam sekolah (apabila sekolah mewajibkan siswanya buat pake seragam). Baru setelah itu akan ada orientasi sekolah dan pengenalan murid di kelas. Di hari-hari awal kelas masuk, para club juga akan gencar ngepromosiin clubnya buat narik siswa baru.

Subject study: selain bahasa, matematika, siswa akan belajar science, social studies, music, culture and crats, physical education dan home economics (masak atau menjahit).

Club: kegiatan club biasanya dimulai setelah kegiatan sekolah selesai dan setiap club punya guru pembimbing sendiri, selain tentunya ada ketua dan manajer dari siswa. Club terdiri dari club olahraga (biasanya basket, baseball dan sepak bola), music and arts club (melukis, paduan suara, teater, tea ceremony), science club, dan entertainment-fun club (perkumpulan pecinta manga, games, dll).

 

 

Lunch break: dari SD hingga SMA, setiap sekolah jarang punya kafetaria / kantin, terutama pas SD. Salah satu hal yang unik dari sekolah di Jepang adalah sekolah sudah menyiapkan menu makan siang dengan standar tertentu. Biarpun ada koki yang memasak tapi dari mempersiapkan makanannya hingga membagikannya ke kelas sampe membersihkannya, semua dilakukan oleh siswa. Dan biasanya guru wali kelas ikutan makan siang bareng di kelas. Ini untuk ngelatih kemandirian siswa, sekaligus bonding time antara guru dan murid. FYI, karena membuang makanan is a big NO NO di Jepang, jadi biarpun kita nggak suka makanannya tetap harus dihabiskan. Terkecuali kalo kita punya alergi, dan ini harus dikasi tau sebelumnya ke pihak sekolah dengan disertai surat keterangan dokter. Makan siang ini nggak berlaku di semua sekolah, terutama SMA, biasanya kalo siswa SMA membawa bento atau bekal dari rumah.

Summer break: if you are noticed, siswa sekolah di Jepang dapet summer break sekitar 5 minggu! Enak banget yaa, eits nggak juga lho. Karena setiap sekolah udah memberikan mereka 'homework' baut dikerjain selama liburan musim panas. Dan tipe PR-nya macem-macem, bisa projek sekolah, penelitian sampe hal simple bikin presentasi yang harus dikumpulin pas sekolah mulai. Summer break ini juga biasa dimanfaatin siswa buat nyari kerja sambilan, makanya banyak toko di Jepang, terutama di pantai buka lowongan sambilan sebulan sebelumnya.

 

 

Selain aktivitas di atas, ada lagi kegiatan siswa yang lain kayak study tour, festival sekolah yang terbagi jadi festival seni dan festival olahraga, dan kegiatan sosial. Oia, sekolah nggak punya orang kebersihan, kalo pun ada paling hanya 1 - 2 orang aja. Setiap siswa diwajibkan buat ngejaga kebersihan kelasnya masing-masing. Bahkan ada lho beberapa sekolah yang mengadakan pembersihan seluruh sekolah yang dilakukan oleh siswa sebulan sekali.

Another facts, karena tingkat persaingan antar siswa yang tinggi di Jepang, siswa sekolah khususnya tingkat akhir akan mengambil pelajaran tambahan atau bimbingan kelas. Di tingkat akhir ini jugalah kegiatan buat siswa kelar akhir akan dikurangi supaya mereka lebih fokus belajar. 

 


Foto: Wikipedia common, Gpius, Mrs.O Goes to Japan, Flickr, Freepik, Japan-shimbun, dan berbagai sumber

Related Articles

Teman yang selalu tergantung atau Overly Attached Friends

13 April 2016

Punya teman yang tergantung sama kita yang sampai mengatur apa yang harus dan nggak harus kita kerjain dan musti tau kita lagi jalan sama siapa pun? Nah ini tipsnya

PROJECT BARENG SAUDARA

02 September 2016

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

PACARKU NYEBELIN!

17 Maret 2016

Gimana caranya ngatasin cowok nyebelin?

6 TIPS NYEMBUHIN PATAH HATI

25 Maret 2018

Patah hati karena baru diputusin? Baca 6 tips ini biar sembuh!

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.