Login

Email
Password


Mybody

YANG HARUS KITA KETAHUI TENTANG PEMBALUT

10 April 2017

Yang namanya cewek, setiap bulan kita pasti ngalamin haid, makanya pembalut jadi salah satu benda penting yang harus kita punya. Tapi, dari sekian banyak jenis pembalut kita pasti bingung harus pilih yang mana, terutama buat yang baru pertama kali haid. No worries, baca di sini yuk buat cari tau segala hal tentang pembalut.

 

Apa sih pembalut itu?

Pembalut atau terkadang di sebut sanitary pads atau sanitary napkins adalah wadah (sanitary protection) untuk menampung darah haid kita. Pembalut punya ukuran panjang dan ketebalan berbeda-beda tergantung apakah haid kita lagi heavy flow atau nggak.

 

Jenis pembalut ada apa aja?

Sebenarnya pembalut itu ada banyak jenisnya, tapi 3 jenis ini yang paling sering kita dengar (urutannya aku urutin dari yang paling umum aja ya):

PADS

Buat di Indonesia, tipe ini lah yang paling umum kita pakai mulai dari jaman nenek kita. Bentuknya oval panjang dengan lem di bagian bawah untuk ditempel di celana dalam. Jenisnya pun macam-macam, ada yang wings/non wings, tipis/tebal, dan panjang ukurannya pun berbeda. Buat lebih jelasnya cek cara milih pembalut yang benar di bawah ya. Oia, pembalut tipe ini juga diyakini paling aman karena pemakaiannya di luar vagina dan lebih praktis.

 

TAMPONS

Benda seukuran jari yang berbentuk lonjong ini lebih favorit di Negara barat seperti Amerika atau Eropa. Cara kerja tampon adalah dengan menyerap langsung darah haid kita dari leher Rahim karena pemakaiannya yang langsung dimasukkan ke vagina. Tampon banyak dipake para atlit khususnya atlit olah raga air karena cenderung aman dan nggak bocor di dalam air. Tapi harganya emang jauh lebih mahal. 

 

MENSTRUAL CUP

Sama seperti tampon cuma ini bentuknya cup. Bedanya sama pembalut lain, kalo yang lain menyerap darah haid, cup ini justru menampung darah haid. Bahannya terbuat dari materi yang fleksibel seperti karet atau silicone. Walaupun cukup popular karena ekonomis (ada yang bisa dipakai berkali-kali) banyak juga yang bilang ribet karena kita nggak tau apakah cupnya udah penuh atau nggak, jadi musti dicek berkali-kali.

 

Gimana cara milih pembalut yang benar?

Ini 7 hal yang musti kita perhatiin pas milih pembalut.

  1. Diproduksi oleh produsen terpercaya dan mempunyai nomor Kemkes / Depkes yang tercantum di kemasan.
  2. Dikutip dari detikhealth, kata dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG dari RSUD Leuwilian Bogor, pilih pembalut dengan permukaan yang halus sehingga nggak akan nyebabin iritasi, terutama kalo kondisi sekitar area kewanitaan kita lembab. Untuk ngurangin kelembapan, kita juga harus milih pembalut yang punya daya serap tinggi. Untuk ini kita bisa coba pilih Softex Light Airy atau Softex Comfort Slim yang punya permukaan lembut dengan kemampuan menyerap dalam 1 detik sehingga pembalut cepat kering dan nggak nyebabin lembab.
  3. Lihat bahan pembalutnya. Bahan pembalut biasanya adalah kapas, tapi ada juga yang gel. Gel yang terdapat dalam pembalut adalah untuk penyerapan supaya permukaan tetap kering karena gel punya daya serap tinggi. Nah kalo ditanya harus milih pembalut yang gel atau non gel, keduanya sama-sama bagus kok. Hanya aja untuk gel kita harus lebih teliti seperti apa kandungan yang ada di dalamnya. Usahakan cari gel yang berbahan alami dari jelly, bukan gel dari bahan kimia.
  4. Beberapa pembalut punya aroma atau dilengkapi dengan deodorant tertentu untuk menghilangkan bau (odor) selama haid. Untuk sebagian cewek mungkin hal ini akan nimbulin iritasi dan gatal-gatal, jadi amannya pilh yang tanpa deodorant ya.
  5. Pilih pembalut yang punya sirkulasi udara (breathable layer) seperti Softex Light Airy atau Softex Comfort Slim buat nyegah lembab di daerah kewanitaan kita.
  6. Cek masa kadaluarsa pembalut. Walaupun pembalut dibikin dari bahan yang nggak ngalamin pembusukan seperti makanan tapi bukan berarti nggak punya masa kadaluarsa. Menurut bidanku.com, setiap pembalut lebih baik punya masa kadaluarsa jadi aman buat digunakan. Biasanya masa kadaluarsa pembalut adalah 3 tahun. Untuk Softex kita bisa lihat masa kadaluarsanya dari tulisan EXP. (EXPIRED) yang ada di tiap kemasan.

 

Tipe Pembalut Berdasarkan Panjangnya

Pembalut punya ukuran panjang sesuai flow haid kita (lagi banyak atau sedikit). Liat tabel di bawah supaya kita tau mau beli pembalut jenis apa untuk kondisi haid kita.

 

Kalo pembalutnya udah kepilih, gimana cara pake pembalut yang benar ya?

  1. Pastiin pembalut yang akan kita pake tertempel dengan benar dengan celana dalam. Dari ujung ke ujung dan bagian sayap (kalo pake). Pembalut yang nggak tertempel dengan benar bisa bikin kita nggak nyaman.
  2. Posisi pembalut pastiin pas di vagina. Patokannya bisa dilhat dari lipatan pembalut, biasanya bagian depan dilipat lebih pendek daripada belakang.
  3. Pilih celana dalam yang pas (nggak longgar atau pun terlalu fit di badan).  Kalo perlu sediain celana dalam khusus pas haid.
  4. Kalo lagi heavy flow, usahakan ganti pembalut sesering mungkin agar tidak lembab. Kondisi lembab dapat memicu tumbuhnya bakteri. Bakteri inilah yang menyebabkan bau tidak sedap dan gatal. Oleh karena itu, Sebaiknya pembalut diganti 3 jam sekali untuk mencegah lembab dan lebih sehat.
  5. Daerah kewanitaan kita pas haid cenderung lebih sensitif. Kalo pas pake pembalut kita ngerasa alergi, gatal, atau iritasi jangan ragu buat langsung ganti pembalut ya.

 

Cara membersihkan pembalut dan daerah kewanitaan kita

  1. Baik pembalut non-gel dan gel tetap harus dicuci dengan bersih pake air besih atau setidaknya dibilas. Untuk pembalut ber-gel, kita bisa buka ujungnya sedikit supaya gel-nya keluar dan terbuang ke closet. Nggak usah kuatir mampet, karena bahan gel akan hancur kalo kena air.
  2. Setelah bersih, remas supaya nggak ada air tersisa. Lalu bungkus pembalut kita dengan kantong plastik hitam, atau kertas dan buang ke tempat sampah.
  3. Untuk ngebersihin daerah kewanitaan, better kalo pake air hangat dan sesekali cuci dengan air rebusan daun sirih. Jangan terlalu sering, cukup 1-2 kali seminggu pas haid datang. Carana basuh dari depan ke belakang, jangan sebaliknya.
  4. Jangan sering pakai cairan pembersih daerah kewanitaan. Karena penggunaan cairan pembersih malah akan mengganggu keseimbangan mikroba baik  dan memicu tumbuhnya jamur.

Milih pembalut bisa sangat tricky kalo nggak teliti. Untuk hari-hari awal kita bisa pake pembalut dengan fungsi ekstra, tapi kalo sudah hari-hari akhir sebaiknya ganti pantyliner supaya kulit di daerah kewanitaan kita lebih bisa bernafas.


Foto: Berbagai sumber & Doc. Happifyourworld

Related Articles

A BOWL OF YUMMINESS

09 Mei 2018

Yuk kontrol nafsu makan kita dengan cara yang simple!

Liburan mini dengan hasil maksimal

02 September 2016

Mini trip adalah liburan singkat dengan teman dekat yang lebih efektif.

Hobi yang bikin happy

13 April 2016

Melakukan hobi yang kita sukai bisa ngusir stres, lho. Soalnya pas melakukannya, kita akan feel happy

Sehat dengan Tidur

13 April 2016

Dengan tidur, sistem perbaikan tubuh bisa bekerja dengan lebih cepat, sistem pembuangan alami bisa bekerja dengan lebih baik

Share Article To

Leave a Comment
1 comments
You must be logged in to post a comment.

Inneke van Vollen


Mksh untuk tipsnya, knaoa pembalut harus dicuci.. Males banged

Jul 31, 2017 23:22 PM