Login

Email
Password


Whatsnow

DRAMA MRT JAKARTA: DARI BANGGA HINGGA MEMALUKAN

Jakarta akhirnya punya transportasi baru, dan warganya sangat antusias menyambut! Kini nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mencoba cepatnya keret MRT, sudah siapkah kita menjaga transportasi baru Jakarta yang satu ini?

Sejak dibukanya uji coba MRT (Moda Raya Terpadu) dari tanggal 12-23 Maret 2019 lalu, seluruh warga berbondong-bondong untuk menyambut dan mencoba kereta ini. Pembangunan MRT Jakarta ini bisa dibilang cukup panjang, yaitu mulai dari Oktober 2014 hingga akhirnya di bulan Maret 2019, MRT Jakarta yang diberi nama Ratangga kini resmi beroperasi dari arah Bundaran Hotel Indonesia menuju Lebak Bulus. Pada satu rangkaian kereta, terdiri dari 6 gerbong yang mampu mengangkut sekitar 1900 penumpang.

Hadirnya MRT di Jakarta juga dipercaya sebagai salah satu cara terbaik menghadapi kemacetan Ibukota, terutama di jalur fase pertama ini. Perjalanan antara dua titik tersebut bakal menempuh jarak 16 km dengan waktu 30 menit, dan kecepatan rata-rata sekitar 40-60 km per jam.  MRT Jakarta tahap 1 ini melewati 13 stasiun, yaitu 6 stasiun bawah tanah dan 7 stasiun layang, dengan jadwal keberangkatan kereta setiap 10 menit, dan juga 5 menit di jam-jam sibuk.

Rencananya, rute jalur MRT Jakarta ini akan makin diperluas sampai Stasiun Kampung Bandan, melewati beberapa stasiun MRT yakni Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota dalam road map MRT tahap II.

 

Tanggapan warga: mulai dari bangga hingga malu-maluin

Kehadiran MRT sebagai transportasi model baru di Jakarta pastinya juga membuat semua warga dari berbagai lapisan ikut senang dan pengin buru-buru coba. Uji coba MRT secara cuma-cuma yang digelar selama 9 hari, serta pembukaan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo saat Car Free Day 24 Maret 2019 pun menjadi ajang para warga untuk menikmati rasanya berada di kereta cepat yang sebelumnya cuma bisa dirasakan di luar negeri.

Saat resmi dibuka, PT MRT Jakarta pun tak lupa mengeluarkan berbagai peraturan demi kenyamanan dan terjaganya fasilitas umum terbaru ini. Mulai dari bagaimana tata cara beli tiket, sistem antri di eskalator, penggunaan lift untuk kaum difabel dan lansia, tata cara keluar masuk kereta, dan banyak lagi. Tapi sayangnya saat digunakan, ternyata masih banyak yang belum paham dengan peraturan dan larangan di MRT.

Berbagai foto dan video tingkah laku warga Jakarta yang melanggar peraturan menjadi viral di social media, bahkan media Jepang pun ikut memberitakan ‘antusias’ warga Jakarta ini sebagai hal yang salah banget. Happify rangkum beberapa contohnya ya!

Sekeluarga yang menggelar makan lesehan di area stasiun seperti piknik dan susahnya membentuk budaya antri, walaupun sudah diberi tanda yang jelas.

 

Terlihat seorang Ibu-ibu menginjak-injak bangku MRT, ada juga yang bergelantungan di pegangan kereta demi sebuah foto. Dan sayangnya hal ini menarik perhatian media luar, seperti yang terlampir media ASAHI Jepang.

 

Sampah yang berserakan di mana-mana, bahkan ada yang juga buang air kecil sembarangan.

 

Nggak hanya Ibu-ibu ini kok, sebelumnya aksi selebgram sekaligus atlet jetski Aqsa Sutan juga pernah viral saat berpose menginjak kursi MRT saat dirinya diundang untuk mencoba kereta ini.

 

Jadi, sudah siapkah kita?

Keberadaan MRT di tengah Ibukota pastinya sangat membantu kita, terutama para warga Jakarta untuk terhindar dari kemacetan parah yang selama ini sering kita hadapi. Sudah siapkah kita? Jawabannya mungkin sebenarnya sudah, bila kaitannya adalah penggunaan MRT sebagai transportasi dan solusi kemacetan. Tetapi untuk membangun budaya tertib, pastinya juga membutuhkan waktu. Kita nggak mungkin langsung bisa menjustifikasi kalau saat MRT ada, attitude masyarakat langsung berubah 180 derajat seperti masyarakat di luar negeri, misalnya Singapura atau Jepang. Perlu diingat juga, mereka pun pasti melewati proses yang cukup lama untuk menjadi contoh kita sekarang.

Dengan adanya simbol-simbol arahan yang super jelas dari pihak PT. MRT seperti simbol arahan antri, simbol berjalan dan berhenti di eskalator, seharusnya sudah menjadi langkah baik bagi kita sebagai pengguna fasilitas untuk menaatinya. Tapi, tetap dibutuhkan ketegasan dalam mendidik, dan juga kesadaran dari diri kita untuk merawat fasilitas umum yang dibangun negara. Karena kalau bukan kita-kita yang menjaga, siapa lagi?


Foto: Shutterstock dan berbagai sumber 

Related Articles

NEW IT COUPLES ALERT

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

HAPPY CHINESE NEW YEAR WITH SANRIO

Yuk datang ke Kota Kasablanka dari tanggal 28 Januari - 14 Februari 2016. See you there Happy Females!

The Lucky Fifty Winner

The Lucky Fifty Winner for Januari 2016

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.